Penyakit herpes disebabkan oleh infeksi herpes simplex virus-2 (HSV-2). Infeksi tersebut menyebabkan rasa sakit yang sangat menyiksa di daerah kemaluan seseorang.
Berbagai pengobatan jangka panjang untuk mengatasi penyakit ini memang tersedia, tapi sekali seseorang terkena HSV-2, ia akan menderita penyakit tersebut seumur hidupnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para peneliti mengombinasikan data dari enam studi yang berbeda mengenai kasus HSV-2 dan penggunaan kondom. Sebanyak 5.834 orang yang menjadi responden harus dalam keadaan bebas dari penyakit herpes ketika studi dimulai.
Menjelang setahun percobaan, diketahui bahwa 415 orang terinfeksi herpes. Mereka yang mengunakan kondom secara rutin dilaporkan 30% lebih sedikit terinfeksi daripada mereka yang tidak menggunakannya sama sekali.
"Penggunaannya yang konsistenlah yang paling penting," ujar Emily T. Martin dari Children's Hospital Research Institute dan University of Washington, Seattle, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (14/7/2009).
Menurut Martin, kondom hanya salah satu pelindung saja, karena virus HSV-2 dapat menyebar melalui kontak kulit dengan kulit, yang mungkin terjadi pada area yang tidak terlindung oleh kondom.
"Bahkan jika seorang yang terkena herpes tidak terlihat infeksinya secara visual, mereka dapat saja menularkannya pada orang lain," ujar Martin.
"Meskipun 30 persen hanya perlindungan sebagian, tapi tetap saja melindungi," pungkasnya.












































