Para peneliti dari Northwestern University baru-baru ini berhasil membuktikan koneksi yang mengejutkan ini. Caranya dengan memberi kejutan elektrik pada sukarelawan sementara mereka menghirup bau-bauan dari benda-benda berbahaya.
Ternyata berdasarkan tes penciuman tersebut, para sukarelawan dapat mendeteksi 70 persen bau-bauan yang ganjil dan aneh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari health24, Jumat (17/7/2009) disebutkan hidung memiliki kemampuan berkomunikasi seperti halnya hewan yang umumnya berkomunikasi melalui penciumannya.
Beberapa studi menunjukkan ini karena manusia mampu memproduksi dan mengetahui feromon, sebuah molekul yang dikeluarkan oleh kelenjar kulit.
Bau-bauan yang dicium hidung Anda juga dapat membawa memori yang pernah dialami dan mempengaruhi emosi serta pikiran.
Jadi jangan heran ketika mencium aroma kayu manis, memori Anda teringat tentang nenek Anda, atau aroma bensin memutar ingatan dan trauma pada kecelakaan yang pernah Anda alami.
Hidung memang detektor yang alami, jadi jangan abaikan bau-bauan yang diciumnya.












































