ICDs digunakan dalam treatment arrhythmias (detak jantung yang tidak normal), yang bisa mengindikasikan serangan jantung tiba-tiba (SCD), penyakit ini diperkirakan membunuh 50.000 orang di Afrika Selatan setiap tahunnya.
"Cara kerjanya, pasien hanya memegang antena yang terhubung ke perangkat dengan tangan, informasi mengenai jantung dan ICDs yang bekerja di-download masuk ke monitor dan dikirimkan melalui saluran telepon ke website," ujar Mike Howe-Ely, regional director of Medtronic yang dilansir Health24, Kamis (23/7/2009).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini tersedia ICDs yang kompatible dengan jaringan ini, melalui telemetri wireless, transmisi pasien dan input data langsung ke dokter. Transmisi hands-free ini akan mengirim sinyal jika pasien ada masalah seperti arrhytmia.
Jaringan ini tidak hanya sebagai cara untuk memantau peralatan saja, tapi juga untuk memonitor kondisi klinis pasien. Jaringan tetap satu-satunya sistem yang menghubungkan monitor jarak jauh dan menjaga cairan dalam rongga dada.
Teknologi ini membantu pasien yang tinggal jauh dari rumah sakit dan dokter tetap bisa memonitor pasien saat pasien bepergian. Mengurangi kunjungan ke dokter berarti dapat menghemat uang dan perjalanan.
"Kami berharap kemajuan teknologi ini bisa meningkatkan kualitas hidup pasien dengan memberikan ketenangan pikiran, dan mengetahui bahwa pasien bisa dihubungkan dengan dokter dimanapun mereka berada," ujar Howe-Ely.
"Dokter akan memiliki keuntungan dengan dapat mengakses data pasien dengan cepat dan bisa segera melakukan intervensi jika dibutuhkan," lanjut Howe-Ely.











































