Demikian penelitian di Jurusan Farmasi Universitas Baylor dan Tufts, dalam artikelnya yang muncul pada kolom isu terbaru American Journal of Clinical Nutrition.
Beras emas dikembangkan pada awal tahun 1990-an dengan dana dari Rockefeller Foundation yang bertujuan untuk menciptakan beras yang memiliki kandungan beta karoten, sebuah prekursor vitamin A di dalam butir padi. Data terbaru menunjukkan bahwa Beras Emas mengandung 35 mikrogram beta karoten dalam setiap gramnya.
"Kami menemukan bahwa empat unit beta karoten dalam Beras Emas akan terkonversi menjadi satu unit vitamin A dalam tubuh manusia," ujar Dr Michael Grusak, Profesor dari perkumpulan pediatri di Pusat Penelitian Nutrisi Anak USDA/ARS di Rumah Sakit Anak Texas dan BCM seperti dilansir dari medicalnewstoday, Sabtu (25/7/2009).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kekurangan vitamin sudah umum terjadi di beberapa bagian dunia dimana komunitas kaum miskin bergantung pada beras sebagai sumber makanan pokok mereka. Orang-orang yang kekurangan vitamin tersebut dapat mengalami masalah penglihatan bahkan dapat menyebabkan kebutaan.
"Dengan memasukkan vitamin A ke dalam bahan pangan pokok yang dikonsumsi masyarakat, kita dapat membuatnya lebih mudah diakses oleh masyarakat umum di daerah," ujar Grusak.
Penelitian selanjutnya masih diperlukan sebelum Beras Emas tersedia secara komersil. Langkah selanjutnya dari penelitian tersebut yaitu memasukkan teknologi ke dalam butir padi yang ditemukan di berbagai daerah dan meneruskan pengujian tingkat konversi kepada manusia.












































