Ketua Persatuan Rumah Sakit Indonesia (PERSI), Dr. Adib Abdullah Yahya, MARS, mengatakan pemeringkatan rumah sakit di Indonesia memang tidak perlu dilakukan karena setiap rumah sakit berbeda-beda.
"Pemeringkatan semacam itu memang belum ada dan tidak perlu juga. Apa yang mau diperingkatkan kalau setiap rumah sakit memiliki perbedaan dan kriteria yang berbeda-beda," ujar Adib ketika dihubungi detikHealth, Senin (27/7/2009).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Adib mengatakan, PERSI rutin memberikan penghargaan untuk rumah sakit dengan cara pemberian award tiap tahunnya. "Pemberian award berbeda dengan memberi peringkat, kita tidak menggunakan istilah peringkat 1, 2 atau 3," jelas Adib.
Yang dilakukan PERSI adalah memberikan award pada rumah sakit-rumah sakit yang dianggap memiliki inovasi, SDM, teknologi dan perencanaan yang baik, termasuk di dalamnya mengenai Keluarga Berencana (KB) yang sekarang sedang digalakkan pemerintah.
"Sejak tahun 2006, PERSI mengadakan pemberian award atau penghargaan bagi rumah sakit-rumah sakit di seluruh Indonesia atas berbagai prestasi yang dilakukan oleh rumah sakit tersebut," ujar Adib.
Standar dan kriteria yang dilihat oleh PERSI pun meliputi income, struktur dan outcome rumah sakit. "Selain memberi penghargaan untuk prestasinya, PERSI pun pastinya melihat aspek pemasukan, manajemen, tingkat perawatan dan pengobatan pasien," jelas Adib.
Ketika dimintai keterangannya mengenai rumah sakit mana saja yang sudah diberi award oleh PERSI, Adib pun mengaku tidak begitu ingat karena cukup banyak jumlahnya.
Namun ia menyebutkan beberapa rumah sakit yang masih diingatnya, yaitu Rumah Sakit Kanker Dharmais dan Siloam di Jakarta, Sanglah di Denpasar, Wonosobo di Jawa Tengah, dan masih banyak lainnya.
Pemberian award untuk rumah sakit Indonesia pada tahun 2009 pun direncanakan akan dilakukan pada Oktober mendatang.











































