Inggris Mulai Tergoda Tanaman Transgenik

Inggris Mulai Tergoda Tanaman Transgenik

- detikHealth
Selasa, 28 Jul 2009 09:06 WIB
Inggris Mulai Tergoda Tanaman Transgenik
London - Inggris tampaknya mulai tergoda untuk menanam produk tanaman transgenik atau Genetically Modified Organism (GMO) padahal sebelumnya negara-negara di Eropa sempat menentang hasil produk rekayasa yang kebanyakan berasal dari Amerika itu.

Seperti dilansir AFP, Selasa (28/7/2009), produk transgenik yang ditanam untuk pertama kalinya di Inggris adalah kentang. Membutuhkan waktu sekitar 12 bulan untuk membudidayakannya, setelah sebelumnya menimbulkan kontroversi publik disana.

Penanaman kentang transgenik terpaksa dilakukan mengingat banyak lahan pertanian disana yang diserang cacing. Hal ini cukup membuat para petani Inggris merugi jutaan poundsterling tiap tahunnya karena kehilangan dan kerusakan hasil panennya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun budidaya kentang yang didisain resisten terhadap serangan hama tersebut sebelumnya mendapat protes dari kelompok petani hijau yang khawatir akan efek buruknya terhadap lingkungan.

Bahkan salah satu grup mencoba membuat isu miring tentang proyek yang dilakukan dekat Tadcaster, wilayah selatan di Inggris tersebut.

Para pejabat dari Departemen Lingkungan Hidup, Pangan dan Pedesaan Inggris pun mengatakan bahwa proyek penanaman kentang tersebut aman dan tidak akan menimbulkan kontaminasi yang buruk untuk lingkungan.

Proyek yang dilakukan oleh Leeds University sebenarnya hanya ingin membantu para petani yang sering mengalami kehilangan dan kerugian akibat hasil panennya yang digerogoti cacing.

Di Amerika, tanaman-tanaman transgenik memang sudah banyak dibudidayakan, terutama daerah Amerika Tenggara dan Selatan, bahkan China pun saat ini mulai memproduksinya.

Namun di Eropa, memproduksi tanaman transgenik dianggap sebagai suatu tindakan yang keji dan tidak bertanggung jawab karena dipercaya menyebabkan penyerbukan silang dan menumbuhkan tanaman liar.

Salah satu negara di Eropa yang sangat menentang produk transgenik ini adalah Perancis. Mereka bahkan menolak pernyataan European Union's food Safety Watchdog yang mengatakan bahwa kontroversi strain yang dimodifikasi genetik tidak benar dan dianggap masih dalam batas aman.

Tanaman transgenik biasanya dimodifikasi atau disisipkan gen tertentu dengan tujuan untuk memperbaiki sifat-sifat yang diinginkan seperti meningkatkan resistensi terhadap pestisida, hama, kekeringan.

Tanaman yang dihasilkan melalui teknik rekayasa genetika pun dapat diproduksi dalam waktu yang singkat, sehingga produktivitasnya menjadi lebih baik.

Rekomendasi Obat


(ver/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads