Berdasarkan studi yang dilakukan oleh para peneliti dari London School of Hygiene & Tropical Medicine, pangan organik tidak memiliki nilai nutrisi yang lebih atau efek kesehatan yang signifikan dibanding pangan pada umumnya.
Menurut para peneliti, konsumen rela membayar lebih mahal untuk membeli pangan organik karena percaya bahwa dengan mengonsumsi produk-produk organik akan mendapat manfaat kesehatan bagi tubuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebuah tinjauan sistematik dari 162 jurnal ilmiah yang dipublikasikan dalam literatur yang berasal dari studi 50 tahun yang lalu hingga sekarang menemukan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan pada kandungan gizi pangan organik.
"Meskipun ada perbedaan kandungan nutrisi yang sangat kecil sekali, namun hal itu tidak bisa dijadikan isu kesehatan yang relevan bagi publik," ujar Alan Dangour, salah satu peneliti yang terlibat studi tersebut, seperti dilansir Reuters, Kamis (30/7/2009).
"Studi yang kami lakukan mengindikasikan bahwa tidak ada bukti yang mendukung isu bahwa produksi pangan organik lebih bernutrisi dibanding pangan konvensional," tambah Alan.
Penelitian yang yang didukung oleh komisi British Government's Food Standards Agency dan dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition, Rabu kemarin (29/7/2009) hanya ingin mengingatkan konsumen bahwa mereka tidak harus mengeluarkan uang lebih untuk membeli pangan organik.
Fakta yang diungkapkan para peneliti tersebut ternyata cukup membuat pasar organik di Inggris menurun karena konsumen mulai meninggalkan pangan organik dan merasa ditipu dengan pemberitaan yang digembor-gemborkan sebelumnya.











































