Reparasi Gigi dengan Implan

Reparasi Gigi dengan Implan

- detikHealth
Jumat, 31 Jul 2009 10:01 WIB
Reparasi Gigi dengan Implan
Jakarta - Tidak semua orang memiliki susunan gigi yang bagus. Gigi yang berlubang atau rusak permanen mengganggu kenyamanan dan keindahan. Pecahkan solusinya dengan teknologi implan gigi.

Penanaman (implant) gigi seperti dikutip dari dentiadental, Jumat (31/7/2009), adalah akar gigi tiruan yang ditanam ke dalam rahang. Proses penanaman dilakukan melalui mekanisme pembedahan minor, yaitu dengan cara membuka gusi dan kemudian membuat lubang di bagian tulang dengan ukuran antara 3-4 milimeter.

Gigi yang akan diganti ini sebelumnya harus sudah dicabut, dan gigi ini sifatnya statis serta tidak tumbuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Implan gigi ini berfungsi menggantikan gigi yang telah tanggal (ompong) atau gigi berlubang yang bebas akar. Pemasangannya tidak membutuhkan waktu lama.

Mekanisme pemasangan gigi atau penanaman dental gigi ini hampir menyerupai pencabutan gigi, yaitu dilakukan dengan bius lokal dan hanya memerlukan waktu kurang lebih 30 menit.

Sebelum melakukan implan gigi, pasien harus tes kesehatan dulu. Untuk pasien perokok diharapkan mengurangi kadar merokoknya satu minggu hingga 3 bulan sebelum implant gigi, bahkan ada yang dianjurkan untuk berhenti sama sekali. Untuk pasien yang menderita diabetes, sebaiknya mengontrol dulu kadar gula darahnya.

Persyaratan yang paling penting adalah memiliki tulang gigi yang sehat dan cukup tebal, karena pada saat kehilangan gigi, tulangnya akan menciut dan menipis.

Untuk mendapatkan ukuran yang pas, harus dilakukan grafting, yaitu tulang gigi dilebarkan hingga mendekati ukuran gigi yang akan dipasang.

Implan gigi ini dirancang untuk menggantikan gigi yang rusak dengan 3 komponen, yaitu: implan dengan titanium yang menggabungkan dengan tulang rahang, pondasi atau pangkalnya yang cocok dengan implan yang terlihat keluar dari gusi, dan yang terakhir mahkota giginya yang dibuat oleh restorative dentist agar terlihat alami.

Karena implan gigi digabungkan dengan tulang rahang, maka secara umum kerugian tulang tidak akan menjadi masalah.

Implan ini memiliki kelebihan dibandingkan dengan gigi palsu karena bentuk serta fungsinya mendekati gigi aslinya. Bahan implan ini terbuat dari titanium, atau logam yang bersifat bioinner yang artinya saat bahan ini dimasukkan ke dalam tulang, maka badan tidak menganggap sebagai bahan asing. Jadi tidak ada reaksi penolakan.

Meskipun memiliki kelebihan, implan gigi ini juga mempunyai kelemahan. Salah satunya yaitu suatu saat implan gigi ini akan goyang dan gigi palsu ini kemudian diangkat maka harus diganti yang baru dengan diameter yang lebih besar.

Bagi pasien yang telah memasang implan, dianjurkann untuk melakukan check-up untuk pembersihan, ataupun saat timbul kerusakan sehingga tidak menyebabkan implan itu harus diganti. Dental implan ini bisa bertahan di atas 5 tahun, bahkan sampai 10 tahun lebih.

Dengan rata-rata keberhasilan hampir 95% dan selama 50 tahun ini implan gigi adalah perawatan terbaik untuk mengganti gigi yang telah tanggal atau rusak.

Rekomendasi Obat


(ver/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads