Selasa, 04 Agu 2009 15:35 WIB

Kematian Mbah Surip di Mata Dokter

- detikHealth
Jakarta - Meninggalnya seniman nyentrik Mbah Surip memang mengejutkan. Nyawanya tidak terselamatkan ketika sedang di bawa ke rumah sakit. Serangan jantung pun diduga menjadi penyebabnya. Adakah semua itu berhubungan dengan pola hidupnya yang nyentrik?

Kebiasaan Mbah Surip yang doyan minum kopi dan kurang tidur memunculkan pertanyaan, 'Benarkah kebiasaannya itu yang memicu serangan jantung dan menyebabkannya meninggal dunia?'

Seperti diketahui, kopi mengandung kafein yang cukup tinggi dan bisa menyebabkan jantung berdetak lebih kencang. Kurang tidur pun bisa menyebabkan kelelahan dan jantung bekerja lebih keras.

Namun mantan ketua Ikatan Dokter Indonesia, dr. Kartono Mohammad yang dihubungi detikhealth, Selasa (4/8/2009) mengatakan bahwa kopi tidak selamanya menyebabkan serangan jantung karena serangan jantung berbeda-beda jenisnya.

"Kopi bisa menyebabkan serangan jantung hanya jika seseorang itu menderita kelainan denyut jantung. Tapi jika serangan jantung diakibatkan karena tersumbatnya pembuluh koroner atau tekanan darah tinggi, kopi tidak akan berpengaruh," ujar Kartono.

Serangan jantung yang dialami Mbah Surip bisa disebabkan berbagai faktor, tidak hanya soal kopi saja. "Jadi nggak bisa dibilang juga gara-gara minum kopi Mbah Surip meninggal," tambah Kartono.

Informasi terbaru yang didapat dari pihak rumah sakit tempat dilarikannya Mbah Surip juga mengatakan bahwa selain serangan jantung, Mbah Surip pun mengalami dehidrasi dan mulutnya mengeluarkan busa.

Menurut Kartono, dehidrasi memang gejala yang sepele tapi bisa membahayakan jika tidak segera ditangani. "Dehidrasi bisa menyebabkan kematian jika dibiarkan terus, tergantung dari derajat dehidrasinya," jelas Kartono.

Kartono pun menyarankan agar setiap orang yang merasa kekurangan cairan atau dehidrasi untuk segera meminum air putih atau cairan penambah ion untuk menggantikan cairan yang hilang.

Adapun soal busa yang keluar dari mulut Mbah Surip saat meninggal, Kartono hanya bisa menduga itu diakibatkan karena stroke atau gejala keracunan, bukan karena dehidrasi.

Stroke disebabkan karena adanya gangguan pada otak yang bisa memicu kelenjar ludah untuk mengeluarkan ludah dalam jumlah banyak dan juga lendir di mulut serta menimbulkan kesulitan dalam menelan.

Ketika detikhealth mengajukan pertanyaan menggelitik soal apakah kebiasaan ketawa Mbah Surip yang nyentrik menjadi faktor serangan jantungnya, Kartono pun ikut tertawa 'Ha..ha..ha..'.

"Tertawa justru dapat membuat seseorang menjadi rileks dan terhindar dari serangan jantung. Hal ini karena ketika tertawa hormon adrenalin yang bisa memicu serangan jantung akan menurun dan membuat jantung berdetak normal," jelas Kartono.

Bagaimanapun, banyak faktor yang menyebabkan Mbah Surip terkena serangan jantung. Kebiasaan yang kurang sehat memang menjadi faktor pemicu yang cukup tinggi. Sebaiknya biasakanlah hidup sehat dari sekarang.

Rekomendasi Obat


(fah/ir)