Korban terakhir diketahui laki-laki berusia 64 tahun yang meninggal pada hari Senin di Ziketan, dan provinsi Qinghai dimana dua orang korban telah dilaporkan sebelumnya, seperti dikutip dari AFP, Rabu (5/8/2009).
Setidaknya ada 9 orang lainnya yang telah terinfeksi dengan penyakit yang berbahaya ini. Petugas kesehatan juga menghimbau bagi masyarakat yang baru mengunjungi Ziketan dan menderita batuk atau demam agar segera memeriksakan diri ke dokter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal ini dapat dipastikan akan mengkhawatirkan karena kemungkinan bisa menjadi wabah yang mematikan," ujar juru bicara WHO Vivian Tan.
Tan mengatakan bakteri yang menyebabkan wabah endemik ini berasal dari beberapa binatang pengerat di daerah tersebut. "Jika kutu dari binatang ini menggigit manusia bisa memicu terjadinya wabah penyakit pes yang menyebabkan kelenjar-kelenjar bengkak, ini yang biasa terjadi, dan jika tidak segera diberantas suatu saat bisa memicu terjadinya wabah pneumonik seperti yang terjadi di Qinghai," ujar Vivian.
Namun, Tan mengatakan belum ada laporan yang mengatakan telah terjadi wabah penyakit pes di daerah tersebut sebelumnya, sehingga penyebab wabah ini masih belum jelas.
Wabah pneumonia bisa menyebar lewat udara, sehingga lebih mudah untuk menginfeksi orang dibandingkan dengan wabah penyakit pes yang mengharuskan seseorang terinfeksi oleh gigitan kutu binatang pengerat tersebut.
WHO mengatakan bahwa wabah pneumonia ini merupakan yang paling berbahaya. Tingkat kematiannya tinggi karena seseorang bisa meninggal 24 jam setelah terinfeksi.












































