Studi yang terdapat dalam Journal Neurology tersebut adalah studi terbesar yang menghubungkan antara tekanan darah tinggi dan masalah ingatan, yang melibatkan 20.000 orang berusia 45 tahun yang pernah memiliki stroke dan juga yang tidak.
Stroke memang menjadi salah satu pemicu masalah ingatan. Namun dari studi tersebut ditemukan fakta baru bahwa mereka yang tidak memiliki penyakit stroke tapi masih berada pada level penyakit darah tinggi pun memiliki kelemahan dalam ingatannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semua faktor seperti usia, merokok, olahraga, pendidikan, diabetes dan kolesterol pun sudah diperhitungkan dalam penelitian ini.
"Dengan menangani penyakit darah tinggi dengan baik, seseorang dapat mencegah kerusakan dan kelemahan kognitif otak yang bisa jadi memicu penyakit pikun," ujar Dr. Georgios Tsivgoulis dari University of Alabama, Birmingham, seperti dilansir Reuters, Rabu (26/8/2009).
Dr. Walter Koroshetz dari The National Institutes of Health pun mencoba melakukan percobaan klinis untuk mengetahui apakah dengan merendahkan tekanan darah seseorang, masalah ingatan dan kognitif pada otak bisa diatasi.
Berdasarkan American Heart Association, sebanyak satu dari tiga orang dewasa di Amerika saat ini terserang darah tinggi. Karena gejalanya tidak tampak, maka banyak orang yang memiliki darah tinggi tanpa disadari.
"Data ini menunjukkan bahwa tekanan darah tinggi merupakan faktor penurunan kognitif otak, namun studi lebih lanjut perlu dilakukan untuk menjelaskan hubungan sebab akibatnya," ujar Walter.
Darah tinggi adalah pemicu stroke, serangan jantung dan gagal ginjal. Dan jika benar darah tinggi menyebabkan masalah ingatan, berarti rentetan penyakit akibat darah tinggi pun akan bertambah panjang.











































