Vaksin Hepatitis Jangan Cuma Sekali

Vaksin Hepatitis Jangan Cuma Sekali

- detikHealth
Senin, 31 Agu 2009 12:42 WIB
Vaksin Hepatitis Jangan Cuma Sekali
Jakarta - Jika Anda pernah mendapat vaksin hepatitis saat kecil jangan lupa mengulanginya lagi. Karena vaksin hepatitis harus diulang ada yang dua kali dan ada juga yang tiga kali agar badan benar-benar terlindungi. Jika cuma sekali melakukan vaksin hepatitis akan sia-sia saja.

Vaksin hepatitis baik itu yang hepatitis A ataupun hepatitis B yang diulang secara teratur akan memberikan perlindungan pada seseorang sebesar 95 persen. Namun jika tidak diulang maka vaksin yang dulu pernah diberikan akan menjadi tidak bermanfaat. Padahal penyakit hepatitis adalah peradangan pada hati yang bisa menyebabkan pengerasan hati hingga kanker hati yang berujung pada kematian.

Melakukan vaksinasi secara teratur juga bisa melindungi bayi yang sedang dikandung. Karena anak yang tertular penyakit hepatitis dari sang ibu saat melahirkan, hampir dipastikan dalam rentang usia 10 sampai 20 tahun akan menjadi kronis jika tidak ditangani dengan benar yang ditularkan secara parenteral (darah dan serum)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penyakit hepatitis dibagi menjadi 4 fase yaitu fase inkubasi (virus masuk), fase prodormal/preikterik (mulai timbulnya gejala awal), fase ikterus dan fase konfalesen (penyembuhan)," ujar Dr. Hardianto Setiawan Ong, SpPD dalam acara Seminar Umum 'Waspadai Saluran Cerna Anda & Hepatitis' di Siloam Hospital Kebun Jeruk, Jakarta, 29 Agustus 2009.

Berikut adalah tipe-tipe dari penyakit hepatitis:

Hepatitis A

Masa inkubasi dari virus hepatitis A ini adalah 15 sampai 50 hari dan masa menularnya 1 sampai 2 minggu sebelum dan 1 minggu setelah terpapar penyakit. Penularan biasanya melalui oral dan tidak terjadi penularan dari ibu ke anak sewaktu melahirkan.

Dr. Hardianto menambahkan gejala yang ditimbulkan adalah demam, flu, batuk, sakit pada badan, pencernaan terganggu, badan menjadi kuning, liver dan limpa membesar serta urin berwarna kuning pekat.

"Jika terkena hepatitis A bisa membuat orang harus beristirahat total selama sebulan dan jarang yang menjadi kronis. Vaksin untuk tipe ini harus dilakukan 2 kali selang 6 sampai 12 bulan," ujar Dr. Hardianto.

Hepatitis B

Masa inkubasi dari virus hepatitis B ini adalah 15 sampai 180 hari. Penularannya melalui transfusi darah, jarum suntik, cuci darah, hubungan seks, pisau cukur atau jarum tato dan narkoba serta penularan dari ibu ke anak saat melahirkan.

"Penyakit ini bisa menjadi kronis dengan persentase pada dewasa 1 sampai 5 persen, anak-anak 50 persen dan bayi 90 persen, sementara kejadian di Asia sebesar 5 sampai 15 persen," ujar dokter yang berpraktik di Siloam Hospital Kebun Jeruk ini.

Jika masih dalam tahap akut bisa disembuhkan, tapi jika sudah kronis bisa menyebabkan fibrosis, serosis dan kanker hati. Diagnosis untuk hepatitis B adalah dengan pemeriksaan fungsi hati, petanda HBV, biopsi hepar dan fibro scan.

Untuk ibu mengandung yang menderita hepatitis B maka harus dicek HbeAg, jika positif maka hampir pasti bayi akan tertular namun jika hasilnya begatif bayi hanya ada kemungkinan untuk tertular. Sebaiknya 12 jam setelah bayi lahir diberikan imunoglobulin HBV dan pencegahan lain dengan melakukan vaksin hepatitis B sebanyak 3 kali, yaitu sekarang, 3 bulan kemudian dan 6 bulan kemudian.

Hepatitis C

Masa inkubasi virus hepatitis C adalah 15 sampai 160 hari, dengan prevalensi di Indonesia sekitar 6 sampai 10 persen. Penularan melalui ibu yang hamil rendah, sehingga jarang ada anak yang tertular hepatitis C dari ibunya.

Biasanya tanpa gejala dan baru diketahui jika melakukan pemeriksaan kesehatan. Jika sudah menjadi kronis maka persentase kesembuhannya hanya 15 sampai 45 persen, namun rata-rata sudah mengalami serosis atau kanker hati.

Pemeriksaan yang dilakukan meliputi fungsi hati, tes anti HCV jika hasilnya positif maka dilakukan tes HCV-RNA untuk mengetahui sudah berapa banyak virus yang ada dalam tubuh pasien tersebut.

"Untuk hepatitis C sampai saat ini belum ada vaksin untuk pencegahannya," ujarnya.

Dr. Hardianto mengingatkan cara terbaik untuk menghindari hepatitis adalah dengan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan serta melakukan vaksinasi untuk hepatitis A dan B yang diulang secara teratur. Jadi, jangan anggap sepele vaksin untuk hepatitis ini, karena penyakit ini bisa menurunkan kualitas hidup seseorang.

Rekomendasi Obat


(ver/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads