Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dr. Husniah Rubiana Thamrin mengaku prihatin dengan nasib produk komestik lokal terutama yang berskala UKM di era AFTA nanti. Masalah higienis dan keamanan produk lokal masih sering dipertanyakan.
"Kemarin tanpa kita buka pintu pun (perdagangan bebas), sudah 123 industri yang mati, terutama industri kosmetik. Masalahnya ya karena industri kita belum kuat bersaing. Padahal hampir 80 persen dari 800 industri yang ada di Indonesia adalah UMKM," tutur Husniah dalam acara buka puasa bersama yang digelar di kediaman Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari, Jakarta, Selasa malam (1/9/2009)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita rasa industri kita belum siap. Kalau kita belum siap terus membuka pasar, sama saja dengan membunuh industri kita," ucapnya. "Coba saja bandingkan produk kosmetik Loreal dari Prancis dengan produk Viva dari Indonesia, harga Loreal lebih murah dari produk kita. Jelas saja konsumen milih Loreal, sudah dari Perancis murah pula," imbuhnya.
Secara teoritis, Indonesia memang punya kesempatan menjual produknya di luar dengan adanya AFTA, tapi secara praktik akan sangat sulit menjerat konsumen disana.
"Kita itu banyak diiming-imingi, katanya ini kesempatan untuk meningkatkan perdagangan. Teorinya sih betul, tapi praktiknya nanti tidak bisa. Kalau kita jual produk kosmetik di Paris contohnya, siapa yang mau beli?," ujar Husniah.
Menurutnya, AFTA sebaiknya ditunda sampai industri dalam negeri sudah matang. "BPOM sudah minta penundaan kepada pemerintah dan juga negara-negara ASEAN. Kita minta ditunda 5 tahun sejak 2003 lalu," ucapnya.
Ada banyak hal yang harus dipersiapkan industri jika ingin bersaing dengan industri luar, bukan hanya menyiapkan formulir atau memproses kehigienisan saja. Tapi yang paling krusial adalah masalah investasi.
"UMKM belum tentu punya biaya. Kita hanya membimbing sebatas kemampuan mereka, namun untuk peralatan kita masih belum sanggup membantu banyak. Jangan sampai nanti keluar kalimat, 'bukalah pintumu, kau kujarah'," ujar Husniah."
Tak hanya industri kosmetik saja yang bakal kerepotan menghadapi serbuan dari luar, obat-obatan dan industri kesehatan pun banyak yang ketar-ketir menghadapi AFTA ini.
(fah/ir)











































