Kisah Endang Menjadi Menkes

Kisah Endang Menjadi Menkes

- detikHealth
Kamis, 22 Okt 2009 10:43 WIB
Kisah Endang Menjadi Menkes
Jakarta - Penunjukan Endang Rahayu Sedyaningsih sebagai Menteri Kesehatan (Menkes) dilakukan menjelang menit-menit terakhir pengumuman. Saat dihubungi Sudi Silalahi, Rabu (22/10), Endang tengah rapat di Hotel Horizon Bekasi.

Begitu dihubungi dan diminta datang ke Cikeas untuk audisi, Endang pun langsung meluncur dengan taksi. Karena sopir taksi dan dia sendiri belum kenal jalan, Endang sempat tersesat.

"Saya naik taksi ke Cikeas, sempat nyasar juga karena saya dan sopir taksinya tidak tahu Cikeas," tutur Endang saat ditemui di rumahnya di Jl Pendidikan Raya III, Blok J, Duren Sawit, Komplek IKIP, Jaktim, Kamis (22/10/2009).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Endang bercerita, dia sempat tidak percaya jika yang menelepon adalah Sudi Silalahi. Dia harus meyakinkan bahwa sang penelepon benar-benar orang Istana yang memintanya menghadiri audisi menteri.

"Waktu itu saya sedang rapat di Hotel Horizon Bekasi. Lalu saya dihubungi oleh nomor yang tidak saya kenal. Karena saya merasa saya bukan orang penting, saya tidak menyimpan nomornya Pak Sudi Silalahi. Saya disuruh datang ke Cikeas untuk menjalani tes. Saya sempat bertanya, ini serius apa salah sambung. Dia bilang ini serius," cerita Endang.

Begitu tiba di Cikeas sekitar pukul 14.30 WIB, Endang menjumpai tim dokter dari RSPAD yang sudah stand by. Dia lantas menjalani audisi sekaligus tes kesehatan hingga pukul 18.00 WIB.

Sementara suaminya, dr MJN Mamahit, mengaku syok dengan kabar gembira tersebut. Namun Mamahit menegaskan keluarga akan mendukung sepenuhnya kiprah Endang.

Keluarga tidak mengira Endang bakal ditunjuk sebagai Menteri Kesehatan oleh SBY. Saat pengumuman kabinet semalam, keluarga Endang yang tengah menonton TV dibuat terkaget-kaget.

"Semua kaget. Waktu pengumuman kebetulan saya masih rapat di Hotel Horizon Bekasi," kata Endang.

Suaminya mengaku sempat syok dengan penunjukkan Endang menjadi Menkes. "Sempat syok juga dan kaget, tapi ya senang. Intinya kita keluarga mendukung. Kita senang dan kita yakin Mama pasti bisa. Pengalaman Mama kuliah di luar negeri kan banyak," kata Mamahit.

Anak kedua Endang, Awandha Raspati Mamahit (25), menyampaikan hal serupa. "Ya kita syok dan senang. Waktu pengumuman itu kebetulan kita semua lihat TV di kamarnya Mama. Kita semuanya senang ya. Kita berharap Mama bisa dan saya yakin Mama bisa. Waktu Mama dipanggil, kita semuanya teriak horee," kata Awandha.

Meski belum mendapat ucapan selamat dari mantan Menkes Siti Fadilah Supari, namun Endang telah mendapat ucapan selamat dari Depkes. Rangkaian bunga dari Depkes telah menghiasi halaman rumah Endang yang luas dan dipenuhi berbagai pepohonan seperti kelapa, kamboja, belimbing, dan lain-lain.

Selain itu Endang juga telah mendapatkan ucapan selamat dari Ketua RW setempat. "Kita senang warga kita ada yang terpilih jadi menteri, dan kita ingin memberi ucapan selamat," kata Ketua RW 014, Titin Bambang.

Saat ini Endang adalah Direktur di Center for Biomedical and Pharmaceutical Research & Programme Development National Institute of Health Research & Development-MOH (Puslitbang Biomedis dan Farmasi) sejak Februari 2007. Lembaga puslitbang biomedis dan farmasi ini berkantor di Percetakan Negara, Jakarta atau dekat dengan kantor Namru.

Puslitbang Biomedis dan Farmasi ini tugasnya antara mengidentifikasi parasit, pembiakan, kultur parasit dan uji coba obat secara in-vitro dan in-vivo dengan menggunakan hewan percobaan untuk penyakit filariasis, malaria dan demam dengue. Melakukan identifikasi, kultur cacing usus dan cacing lainnya. Melakukan test Enzyme Link Immuno Sorbent Assay (ELISA) dan transformasi limfosit, serta Polimerase Chain Reaction (PCR), dan lainnya.

Endang tercatat sebagai dokter lulusan FKUI tahun 1979, kemudian meraih gelas Master of Public Health dari Harvard School of Public Health, Boston tahun 1992 dan mendapat gelar Doctor of Public Health juga dari Harvard School of Public Health, Boston tahun 1997.

Mantan Menkes Siti Fadilah Supari menyebut Endang merupakan orang yang paling dekat dengan Namru 2 (The US Naval Medical Research Unit Two). Dia memiliki akses untuk keluar masuk dengan bebas di Namru.Nama Endang muncul menggantikan Nila Djuwita Anfasa Moeloek yang sebelumnya dijagokan duduk di kursi tertinggi depkes.

Rekomendasi Obat


img

Biovision Gold

www.matabiovision.com
(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads