Selasa, 03 Nov 2009 13:30 WIB

Cermat Memilih Obat Bebas

- detikHealth
Jakarta - Ketika sakit kepala, flu atau batuk datang masyarakat sudah terbiasa membeli obat-obat yang bebas dijual baik di warung, minimarket sampai apotik tanpa harus memakai resep dokter. Menggunakan obat bebas tidak dilarang tapi sebaiknya pintar-pintarlah memilih agar tidak berbahaya bagi tubuh.

Obat adalah sesuatu yang bisa membuat orang menjadi lebih sehat jika dikonsumsi. Namun, apabila dosis yang digunakan tidak sesuai maka obat tersebut tidak akan memiliki efek yang tepat malah bisa menimbulkan bahaya seperti keracunan dan mengalami efek samping.

Hal yang penting untuk dicermati dalam memilih obat bebas adalah label dari obat itu sendiri. Setiap obat memiliki label tersendiri seperi lingkaran hijau, biru atau merah. Obat lingkaran merah merupakan obat keras dan harus menggunakan resep dokter, obat ini digunakan jika memang sudah tidak ada pilihan lain lagi.

Obat lingkaran biru biasanya hanya bisa didapatkan di toko obat atau apotik saja, sedangkan obat lingkaran hijau merupakan obat bebas yang bisa didapatkan di warung-warung.

"Pembagian jenis label obat ini berdasarkan tingkat efek samping atau toksisitas yang dihasilkan oleh obat itu sendiri," ujar Prof. Amir Syarif, Ketua Bidang Kajian Obat PB IDI dalam acara diskusi klinik KBR68H di utan kayu, Jakarta, Selasa (3/11/2009).

Amir Syarif menambahkan obat dengan lingkaran merah seperti antibiotik seharusnya tidak boleh dijual bebas. Karena jika obat ini dikonsumsi tanpa aturan akan membuat kuman menjadi resisten sehingga bisa merugikan diri sendiri dan juga masyarakat jika kuman tersebut bisa menulari orang di sekitarnya. Selain itu obat lingkaran merah jika tidak tepat mengonsumsi bisa menimbulkan efek samping yang parah seperti sel darah pecah atau depresi sumsum tulang belakang.

Setiap obat biasanya memiliki efek samping yang berbeda pada setiap orang, ada orang yang cocok mengonsumsi obat A tapi orang lain justru tidak cocok jika mengonsumsi obat tersebut. Ini karena setiap orang memiliki sensitivitas yang berbeda dalam mencerna efek dari obat itu.

Hal terpenting yang harus diketahui sebelum memilih atau mengonsumsi obat bebas adalah ketahui bagaimana fungsi dari organ ginjal dan hatinya, karena akan berpengaruh terhadap metabolisme obat tersebut di dalam tubuh.

"Hati dan ginjal berfungsi untuk menetralisir aktivitas dari obat ini. Hati akan mengubah efek aktif dari obat itu menjadi non aktif sedangkan ginjal akan membantu mengeluarkan residu obat melalui urin," ujar ahli farmakologi ini.

Jika seseorang tidak memiliki fungsi ginjal yang bagus maka obat yang dikonsumsi secara berulang-ulang akan membuat kadar zat tersebut dalam darah meningkat yang dapat menimbulkan keracunan. Keracunan ini bisa terjadi jika seseorang mengonsumsi obat dengan dosis yang tidak tepat serta kemungkinan adanya gangguan dari suatu penyakit.

Apabila seseorang mengalami keracunan obat maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah menghentikan konsumsi obat tersebut, setelah itu beri larutan norit. Larutan ini akan berfungsi untuk menyerap zat-zat toksik sehingga bisa dikeluarkan dan tidak terserap oleh tubuh.

"Masyarakat seharusnya mengonsumsi obat yang dijual bebas maksimal 3 hari saja, karena beberapa penyakit ringan pada umumnya akan menunjukkan perbaikan atau sembuh dalam waktu 3 hari. Jadi kalau sudah lebih dari 3 hari tidak ada perbaikan maka kemungkinan ada sesuatu yang lain dalam tubuh," tambahnya.

Biasanya apapun yang dikonsumsi secara terus menerus akan membuat seseorang menjadi terbiasa atau ketergantunagn dengan obat itu, jika sakit dan tidak minum obat yang sama maka tubuh akan merasa tidak nyaman. Ini adalah salah satu bentuk ketergantungan psikologis atau sugesti. Selama obat tersebut tidak memberikan efek yang parah maka boleh saja mengonsumsinya saat sakit. Seperti parasetamol yang baru akan menimbulkan toksik jika dikonsumsi melebihi 10 gram.

Lebih lanjut Amir Syarif menuturkan ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum mengonsumsi obat bebas, yaitu:

  1. Mengetahui kondisi tubuh seperti apa terutama fungsi dari ginjal dan hati. Karena dosis yang tercantum dalam obat bebas biasanya untuk orang yang memiliki fungsi organ normal.
  2. Baca brosur obat yang meliputi dosis penggunaan, indikasi, efek samping dan kontra indikasi. Jika setelah minum obat timbul salah satu efek samping yang tercantum, maka segera berhenti minum obat tersebut.
  3. Hati-hati dalam memilih obat bagi yang memiliki penyakit tertentu seperti hipertensi, diabetes atau jantung. Jadi sebaiknya konsultasikan dengan dokter, karena ada banyak faktor yang akan berpengaruh.

Sebaiknya orang harus memiliki kepedulian yang tinggi tentang dirinya dan orang di sekitarnya sebelum mengonsumsi obat yang dijual bebas, karena jika salah mengonsumsi bisa merugikan diri sendiri. Jadi cermatlah dalam memilih dan mengonsumsi obat yang di jual bebas.

Rekomendasi Obat


(ver/ir)