Bakteri ini berkembang di lingkungan rumah sakit yang berasal dari air, udara, lantai, makanan serta alat-alat medis maupun non medis. Sumber penularan bisa melalui tangan petugas kesehatan, jarum injeksi, kateter, kasa pembalut atau perban, bisa juga karena penanganan yang keliru dalam menangani luka.
Selain pasien, infeksi nosokomial ini juga dapat mengenai petugas rumah sakit yang berhubungan langsung dengan pasien maupun penunggu dan para pengunjung pasien. Kasus infeksi nosokomial terjadi hampir di seluruh negara terutama di negara miskin dan berkembang termasuk Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Salah satu upaya peningkatan kualitas kesehatan melalui pencegahan dan pengendalian yang terkait dengan infeksi nosokomial," ujar Menkes dalam acara seminar 'Global patient safety challenge: Clean care is safer care' di Hotel Shangri-la, Jakarta, Minggu (8/11/2009).
Menkes mengatakan Indonesia saat ini menghadapi beban yang cukup besar dalam pembangunan kesehatan karena ancaman penyakit menular, penyakit degeneratif serta penyakit akibat globalisasi.
Menurutnya dibutuhkan upaya dari pemerintah, seluruh lapisan masyarakat, swasta dan organisasi profesi untuk mengatasinya. Rumah sakit dan fasilitas kesehatan juga harus memberikan pelayanan yang bermutu, akuntabel, transparan sehingga bisa memberikan jaminan kesehatan pasien.
"Penelitian berbasis fasilitas kesehatan yang melibatkan rumah sakit dan puskesmas harus dilakukan untuk mengetahui berapa banyak tingkat infeksi ini," ujar Menkes yang mengambil gelar master dan doktor bidang kesehatan masyarakat di Universitas Harvard ini.
Rumah sakit diingatkan untuk selalu menjalankan Standar Pelayanan Minimum Rumah Sakit (SPM-RS) yang menjadi indikator keamanan pasien di rumah sakit. Pelayanan yang profesional baik bagi penerima atau pemberi pelayanan kesehatan juga harus ditingkatkan.
Infeksi nosokomial dikenal dengan nama Healthcare Association Infections (HAIs) yakni infeksi yang terjadi pada pasien selama di rumah sakit atau menggunakan fasilitas kesehatan lain dan tidak ditemukan saat pasien masuk rumah sakit.
Infeksi ini secara langsung atau tidak bisa menyebabkan kematian. Akibat lainnya pasien akan lebih lama berada di rumah sakit, menjadi tidak produktif, biaya bertambah besar.












































