Hal itu disampaikan oleh Dr Roy Panusunan Sibarani, SpPD-KEMD dalam acara seminar 'Kendalikan Diabetes agar Kualitas Hidup Meningkat' di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Senin (9/11/2009).
Jika mau dibandingkan, Jakarta sebagai kota moderen menawarkan banyak pemicu diabetes yang harusnya memiliki jumlah penderita Diabetes Melitus (DM) lebih tinggi dibanding Ternate. Tapi ternyata ada faktor lain yang menyebabkan diabetes selain masalah gaya hidup (life style).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, DR. dr Achmat Rudijanto, SpPD-KEMD selaku ketua Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) mengatakan bahwa ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan seseorang terkena diabetes, diantaranya yaitu obesitas, hipertensi, ibu hamil dengan berat bayi di atas 4 kg, faktor turunan dan juga kelainan lemak (dislipidemia).
"Mungkin faktor penyebab masyarakat Ternate diabetes memang bukan pola hidup, makanan atau lifestyle. Tapi mungkin karena faktor genetik, hipertensi, kelainan lemak atau lainnya," ujar Achmat.
Dengan adanya acara yang digelar dalam rangka memperingati Hari Diabetes Sedunia 2009 yang jatuh pada tanggal 14 November nanti, diharapkan agar masyarakat lebih peduli dengan penyakit diabetes karena penyakit tersebut adalah penyakit yang paling banyak menelan korban dan biaya jika sudah masuk tahap komplikasi.
"Diabetes adalah penyakit yang dampak ekonominya cukup tinggi. Prevalensi Depkes tahun 2008 menyebutkan ada sekitar 12 juta penduduk DM di Indonesia. Jumlah ini akan terus bertambah jika masyarakat tidak punya kesadaran akan kesehatan yang nantinya akan menjadi beban keluarga, masyarakat dan negara," jelas Achmat.
Di dunia, urutan tertinggi penderita DM terbanyak adalah India, disusul oleh China dan Amerika. Sedangkan Indonesia berada di urutan sembilan.
Dalam acara tersebut, hadir pula Presiden Direktur Sanofi-Aventis Indonesia, Gilbert Julien yang turut berpartisipasi dalam penanganan masalah diabetes. Ia mengatakan, setiap 10 detiknya 1 orang pasien diabetes meninggal dunia. Jika dibandingkan dengan HIV, penderita DM pun masih lebih banyak, yaitu sekitar 200 juta orang.
"Meski Indonesia hanya berada di urutan 9, tapi jika dikumpulkan semua penderita DM di Indonesia, jumlahnya akan sama dengan penduduk di negara Belgia," ujar Gilbert.












































