Penemuan ini menunjukkan kemungkinan faktor-faktor risiko penyakit jantung tidak hanya disebabkan oleh gaya hidup moderen saja. Seperti sudah umum diketahui penyakit jantung dipicu oleh merokok, banyak mengonsumsi garam dan gula atau makanan tidak sehat yang kaya lemak jenuh.
Tapi ternyata mumi dari Merenptah Firaun yang meninggal pada usia 60 tahun ditemukan menderita aterosklerosis yaitu penebalan dinding arteri oleh penumpukan kalsium, lemak, kolesterol atau zat lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk mengidentifikasinya kami menggabungkan efek dari teknologi yang digunakan untuk membuat mumi pada zaman Mesir kuno dengan teknologi medis yang canggih untuk mendeteksi tanda-tanda dari aterosklerosis," ujar Michael Miyamoto, seorang kardiolog dari University of California di San Diego, seperti dikutip dari AOL, Rabu (18/11/2009).
Mumi Mesir kuno yang menderita aterosklerosis paling parah adalah Lady Rai yang hidup hingga usia 30 sampai 40 tahun dan bekerja sebagai pengasuh Ratu Ahmose Nefertiti. Lady Rai ini hidup sekitar 1530 SM atau 300 tahun sebelum zaman Musa.
"Meskipun kita tidak tahu apakah penyebab kematian mumi ini akibat aterosklerosis atau tidak, tapi dari temuan ini menunjukkan bahwa penyakit jantung telah banyak diderita oleh masyarakat Mesir kuno," ujar Gregory Thomas dari University of California.
Hasil ini menunjukkan bukti bahwa aterosklerosis dalam masyarakat kuno mungkin saja karena faktor genetik, sehingga penting untuk tetap menjaga faktor risiko dari penyakit jantung agar tetap terkendali.
Namun, hal yang perlu dicatat adalah 16 mumi yang dapat diidentifikasi tersebut memiliki status sosial ekonomi yang tinggi. Umumnya bekerja sebagai pelayan di istana Firaun atau sebagai imam dan pendeta. "Jadi sangat mungkin beberapa dari mereka hidup dengan beberapa faktor yang bisa dikaitkan dengan penyebab aterosklerosis," ungkap Miyamoto.











































