Penyakit Jantung Ditemukan Pada Mumi

Penyakit Jantung Ditemukan Pada Mumi

- detikHealth
Rabu, 18 Nov 2009 16:24 WIB
Penyakit Jantung Ditemukan Pada Mumi
Mesir - Selama ini penyakit jantung seringkali dianggap sebagai penyakit moderen akibat perubahan gaya hidup. Tapi jangan salah penyakit ini ternyata sudah ada sejak ribuan tahun silam. Terbukti dari hasil penemuan penyakit jantung pada mumi Mesir kuno yang hidup 3.500 tahun lalu.

Penemuan ini menunjukkan kemungkinan faktor-faktor risiko penyakit jantung tidak hanya disebabkan oleh gaya hidup moderen saja. Seperti sudah umum diketahui penyakit jantung dipicu oleh merokok, banyak mengonsumsi garam dan gula atau makanan tidak sehat yang kaya lemak jenuh.

Tapi ternyata mumi dari Merenptah Firaun yang meninggal pada usia 60 tahun ditemukan menderita aterosklerosis yaitu penebalan dinding arteri oleh penumpukan kalsium, lemak, kolesterol atau zat lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk menyelidiki berapa banyak orang Mesir kuno yang menderita penyakit jantung, tim kardiologi dari AS dan Mesir melakukan pemeriksaan terhadap 22 mumi yang disimpan di Egyptian National Museum of Antiquities. Didapatkan 16 mumi terdeteksi jaringan yang berhubungan dengan jantung dan pembuluh darahnya. Sedangkan aterosklerosis ini sendiri jelas terlihat pada 5 mumi.

"Untuk mengidentifikasinya kami menggabungkan efek dari teknologi yang digunakan untuk membuat mumi pada zaman Mesir kuno dengan teknologi medis yang canggih untuk mendeteksi tanda-tanda dari aterosklerosis," ujar Michael Miyamoto, seorang kardiolog dari University of California di San Diego, seperti dikutip dari AOL, Rabu (18/11/2009).

Mumi Mesir kuno yang menderita aterosklerosis paling parah adalah Lady Rai yang hidup hingga usia 30 sampai 40 tahun dan bekerja sebagai pengasuh Ratu Ahmose Nefertiti. Lady Rai ini hidup sekitar 1530 SM atau 300 tahun sebelum zaman Musa.

"Meskipun kita tidak tahu apakah penyebab kematian mumi ini akibat aterosklerosis atau tidak, tapi dari temuan ini menunjukkan bahwa penyakit jantung telah banyak diderita oleh masyarakat Mesir kuno," ujar Gregory Thomas dari University of California.

Hasil ini menunjukkan bukti bahwa aterosklerosis dalam masyarakat kuno mungkin saja karena faktor genetik, sehingga penting untuk tetap menjaga faktor risiko dari penyakit jantung agar tetap terkendali.

Namun, hal yang perlu dicatat adalah 16 mumi yang dapat diidentifikasi tersebut memiliki status sosial ekonomi yang tinggi. Umumnya bekerja sebagai pelayan di istana Firaun atau sebagai imam dan pendeta. "Jadi sangat mungkin beberapa dari mereka hidup dengan beberapa faktor yang bisa dikaitkan dengan penyebab aterosklerosis," ungkap Miyamoto.

Rekomendasi Obat


(ver/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads