"Pada muktamar kali ini hadir 975 peserta dan peninjau yang berasal dari seluruh elemen organisasi," ujar Dokter Rizal Sanif, Sp.Og, ketua panitia Muktamar IDI, saat jumpa pers, di Hotel Aryaduta, Jalan POM IX, Palembang, Rabu (18/11/2009).
"Muktamar secara resmi sudah dibuka oleh Presiden RI di Jakarta Selasa kemarin, namun untuk Palembang akan dibuka besok pagi," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ini berbeda dengan organisasi-organisasi lain. Dalam pemilihan ketua IDI sudah berjalan tiga tahun sebelum muktamar berikutnya, dan untuk ketua yang telah terpilih saat ini, sejak tahun 2006, dr Fahmi Idris.
120 Juta Warga Belum Terjamin Kesehatannya
Sementara Ketua Umum IDI Fahmi Idris mengatakan sekitar 120 juta penduduk Indonesia belum mendapat jaminan kesehatan. Mereka ini tidak miskin, tapi jika sakit memiliki kesulitan atau tidak mampu membiayai pengobatan.
"Masyarakat kalangan menengah ke bawah yang sudah dijamin pemerintah ada sebanyak 76,4 juta orang, dan 15 juta lebih penduduk Indonesia ditanggung melalui asuransi kesehatan pegawai negeri. Maka jumlah penduduk yang sudah mendapat jaminan kesehatan ada 110 juta orang. Namun masih 120 juta lagi yang belum terjamin kesehatannya, mereka merupakan kelompok masyarakat yang tidak begitu miskin, namun bila sakit tetap tidak mampu membiayai," tutur Fahmi.
IDI menurutnya sendiri akan berusaha menyejahterakan 120 juta orang itu dalam bidang kesehatan. Oleh karena itu pada mukmatar kali ini, IDI mengambil tema 'Penjaminan Pembiayaan Kesehatan Sosial yang Ideal adalah Instrumen Terciptanya Sub-sistem Rujukan Praktik Kedokteran Sebagai Bagian dari Sistem Pelayanan Kedokteran Terpadu dalam rangka Menuju Sehat Sejahtera Untuk Semua'.
"Artinya IDI menginginkan Indonesia yang sejahtera," kata Fahmi Idris.











































