Muktamar dibuka Gubernur Sumatra Selatan Alex Noerdin di hadapan 1.000 dokter yang mengikuti acara tersebut di Hotel Aryaduta, Jalan POM IX, Palembang, Kamis (19/11/2009).
Selain muktamar, juga digelar pameran-pameran alat-alat kesehatan. Sebelumnya, Rabu (18/11/2009) kemarin, diselenggarakan workshop tentang kesehatan oleh IDI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya pengembangan sistem program dokter keluarga yang saat ini sedang dijalankan oleh IDI sangat bagus, namun itu hanya bisa dikembangkan di kota besar yang infrastrukturnya sudah terpenuhi. Sedangkan di daerah yang sulit, tentunya sulit dilaksanakan.
"Tapi untuk di Sumsel dokter keluarga saat ini sudah berjalan," kata Alex usai acara muktamar.
Sementara Ketua PB IDI Fachmi Idris mengatakan selain program dokter keluarga, saat ini telah diterapkan program pelayanan sistem dokter terpadu yang modal biayanya bekerjasama dengan Bank Mandiri Syariah.
"Saat ini dokter keluarga itu idealnya setiap satu dokter melayani 2.000 orang, dan bila untuk di daerah itu akan sangat sulit sekali karena tenaga dokter di Indonesia ini masih kurang," lanjut Fachmi Idris.
Dia menjelaskan, program kesehatan keluarga di Sumsel untuk tahun lalu merupaka uji coba, lalu sekarang masuk periode kedua, dan setelah ada audit dianggap program ini tumpang tindih dalam pendanaan.
Saat ini melalui dinas kesehatan pendanaan untuk rakyat miskin sudah ada beberapa pos seperti Jamkesnas, Jamsostek dari APBD provinsi. Untuk ke depan pendanaan diharapkan tidak tumpang tindih lagi serta dokter keluarga akan ditempatkan dengan mengisi tempat-tempat yang mungkin tidak terjangkau oleh fasilitas kesehatan.
Muktamar IDI kali ini akan memilih ketua umum yang baru. Ada 13 kandidat sebagai ketua umum. "Saat ini kita sedang mempersiapkan untuk mengadakan pemilihan ketua, dan calon yang sudah masuk daftar ada 13 orang kandidat," kata Fahmi Idris.
(tw/ir)











































