Manusia Bisa Mendengar Melalui Sentuhan Kulit

Manusia Bisa Mendengar Melalui Sentuhan Kulit

- detikHealth
Kamis, 26 Nov 2009 10:15 WIB
Manusia Bisa Mendengar Melalui Sentuhan Kulit
Vancouver - Untuk membantu seseorang bisa mendengar percakapan orang lain ternyata bukan hanya ditentukan oleh faktor visual dan audio tapi juga sensasi sentuhan yang dirasakan.

Sensasi yang dirasakan pada kulit ternyata turut berperan dalam membantu seseorang mendengar pembicaraan orang lain. Sensasi ini ditimbulkan dari gumpalan udara bersama dengan suara-suara yang didengar oleh seseorang.

Seperti ditulis dalam jurnal Nature, tim dari Kanada mengungkapkan bahwa petunjuk audio (suara) dan visual (penglihatan) bukanlah satu-satunya faktor penting yang membantu seseorang bisa mendengar. Temuan ini bisa memicu peneliti untuk menemukan alat bantu dengar yang lebih keras.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sudah menjadi hal yang umum bahwa isyarat visual dari wajah orang yang berbicara bisa meningkatkan atau justru mengganggu bagaimana seseorang mendengarkan apa yang dikatakan orang lain.

Dalam penelitian terbaru, peneliti dari University of British Columbia di Vancouver ingin mengetahui apakah sensasi taktil (raba) bisa berpengaruh terhadap suara yang didengar.

Peneliti membandingkan suara yang diucapkan dengan napas kecil tak terdengar dengan suara yang tidak disertai hembusan udara. Pada saat yang bersamaan, partisipan ada yang diberikan kepulan kecil udara di bagian belakang tangan atau leher dengan partisipan yang tidak.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan masyarakat menggunakan indra perabanya bersama dengan isyarat-isyarat lain untuk menguraikan apa yang dikatakan orang lain. Pengetahuan tambahan ini diharapkan bisa berguna untuk membantu komunikasi bagi penderita tuna rungu.

"Beberapa konsonan seperti b dan p atau t dan d memiliki bentuk bibir yang hampir sama, kemungkinan hembusan udara kecil yang dikeluarkan dan dirasakan kulit bisa membantu orang membedakan setiap konsonan serta membantu meningkatkan alat bantu dengar," ujar Dr Ralph Holme, direktur penelitian biomedis pada pasien tuli, seperti dikutip dari BBCNews, Kamis (26/11/2009).

Sementara itu ilmuwan untuk anak dan keluarga dari National Biomedical Research Unit di Hearing, Dr Deborah James, mengungkapkan suara yang disertai dengan gumpalan kecil udara dapat membantu anak membedakan antara awalan dan akhiran sebuah kata.

Selain itu kepulan alami udara yang dihasilkan orangtua saat berbicara dengan bayinya juga memungkinkan terjalinnya kedekatan antara orangtua dan anak.

(ver/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads