Pemain bola yang mengalami sindrom metabolik ketika bermain bola secara berlebihan bisa memicu serangan jantung. Kasus sindrom metabolik ini ditemukan hampir dua pertiga pemain sepakbola di AS yang mengalami obesitas. Studi ini melibatkan pemain sepakbola dari divisi perguruan tinggi di Amerika.
Dari dua pertiga pemain sepakbola yang mengalami obesitas itu, sekitar 42 persen mengalami sindrom metabolik, yaitu suatu kondisi yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena jantung dan diabetes.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sindrom metabolik adalah penyimpangan fungsi tubuh akibat obesitas (kegemukan yang terutama berdasarkan ukuran lingkar perut berlebih), tekanan darah tinggi, peningkatan kadar kolesterol jahat serta gangguan resistensi insulin.
"Mengingat adanya konsekuensi kesehatan yang serius pada pemain sepakbola, maka para pemain sebaiknya juga memperhatikan kondisi tubuhnya serta mengerti bagaimana mengelola faktor risiko kesehatannya," ujar Dr James R. Borchers dalam sebuah rilis dari American College of Sport Medicine seperti dikutip dari Health, Jumat (4/12/2009).
Dalam studi ini peneliti menganalisis 90 pemain sepakbola dan mencatat kondisi berat badan serta faktor-faktor seperti tekanan darah, kadar kolesterol dan tingkat insulinnya. Didapatkan sekitar 8 persen mengalami obesitas dan 21 persen lainnya memiliki berat badan berlebih (gemuk).
Seseorang yang memiliki sindrom metabolik ditunjukkan dengan adanya angka yang tidak normal. Jika tiga dari lima hal dibawah ini dialami, maka seseorang sudah terkena sindrom metabolik yaitu:
- Kadar trigliserida lebih dari 150 mg/dl
- Kadar LDL (lemak darah) lebih dari 130 mg/dl
- Kelebihan berat badan di perut dengan lingkar pinggang lebih dari 90 cm untuk laki-laki dan lebih dari 80 cm pada wanita
- Kadar glukosa lebih dari 110 mg/dl
- Tekanan darah lebih dari 130/80 mgHg
Hasil dari penelitian ini telah dipublikasikan dalam December issue of Medicine & Science in Sports & Exercise. Memperhatikan pola makan dengan benar serta menjaga berat badan agar tidak berlebih adalah salah satu hal yang bisa dilakukan untuk mencegah seorang pemain sepakbola terkena sindrom metabolik.
(ver/ir)











































