Laki-laki yang divonis kanker prostat 11 kali lebih memungkinkan terkena serangan jantung pada minggu pertama setelah diberitahu dirinya memiliki penyakit itu. Ini sama terkejutnya dengan perempuan yang divonis kanker payudara.
Peneliti Swedia menemukan ancaman serangan jantung tetap tinggi selama 1 tahun pertama setelah didiagnosis penyakit itu serta adanya kemungkinan melakukan bunuh diri. Penelitian ini melibatkan lebih dari 4 juta laki-laki.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peneliti menganalisis catatan medis dari 4,3 juta orang yang 170.000 diantaranya terdiagnosis kanker prostat antara tahun 1961 hingga 2004. Hasil dari penelitian ini dipublikasikan dalam Journal PLoS Medicine.
"Tapi penelitian ini masih kurang memperhitungkan beberapa faktor risiko lain untuk kardiovaskular dan bunuh diri seperti faktor usia, tekanan darah tinggi atau penyakit mental lainnya," ujar Dr Sarah Cant dari Prostate Cancer Charity, seperti dikutip dari Dailymail, Rabu (16/12/2009).
"Meskipun hasil penelitian menunjukkan seperti itu, tapi dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan hubungan yang kuat antara diagnosis kanker prostat dengan penyakit jantung. Karenanya tidak berarti orang yang didiganosis kanker proatat langsung terkena serangan jantung atau bunuh diri," ujarnya.
Hal yang harus digarisbawahi adalah semua orang yang didiagnosis kanker prostat perlu mendapatkan informasi yang tepat serta layanan dukungan dari orang-orang disekitarnya, untuk membantu mengatasi pengobatan dan memberinya semangat atau dorongan.
(ver/ir)











































