Alkohol sintetik tersebut dibuat dari bahan kimia valium. Cara kerjanya sama dengan alkohol sebenarnya yaitu dengan mempengaruhi sistem saraf di otak sehingga diproduksi hormon yang akan membuat perasaan tenang dan nyaman.
Tapi berbeda dengan alkohol umumnya, alkohol dari valium ini tidak mempengaruhi bagian di otak yang mengontrol mood yang bisa membawa seseorang pada kecanduan. Alkohol ini juga lebih mudah diuraikan dan dikeluarkan lagi oleh tubuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berawal dari mimpi untuk menciptakan dunia tanpa orang mabuk alkohol, Nutt dan rekannya berusaha mewujudkan hal tersebut dan akhirnya terciptalah alkohol yang tidak memabukkan.
"Tidak masalah berapa gelas pun yang diminum, alkohol ini tidak akan membuat seseorang mabuk. Jadi tak perlu khawatir minum alkohol ini ketika menyetir," ujar Profesor Nutt seperti dilansir Telegraph, Senin (28/12/2009).
Kandungan benzodiazepines dalam valium adalah faktor yang membuat alkohol ini tidak bersifat memabukkan. Zat ini rencananya akan dimasukkan sebagai unsur untuk menggantikan alkohol yang terdapat dalam bir, anggur dan minuman beralkohol lainnya.
Data statistik di Inggris menunjukkan lebih dari 800.000 kasus akibat alkohol dilaporkan masuk rumah sakit dan 6.500 kasus diantaranya diketahui harus mengalami kematian.
Minuman beralkohol juga diketahui sebagai penyumbang 40 persen kasus kebakaran, 15 persen kasus tenggelam, 65 persen bunuh diri dan 40 persen kasus kekerasan dalam rumah tangga.
Nutt berharap dengan penemuannya ini seseorang bisa menikmati alkohol tanpa harus menjadi mabuk dan menimbulkan masalah lainnya.
(fah/ir)











































