"Dari studi yang kami lakukan, ternyata penyakit paru-paru cenderung dimiliki oleh orang-orang yang lebih pendek dari populasi umumnya. Mereka juga kebanyakan berasal dari keluarga miskin dan berkembang dalam lingkungan perokok serta kekurangan nutrisi. Semua faktor itu menyebabkan perkembangan fisiknya terhambat dan menjadi lebih pendek," kata seorang peneliti dari University of Nottingham seperti dikutip dari BBC, Selasa (12/1/2012).
Peneliti menduga hubungan antara orang pendek dan penyakit paru-paru sangat terkait erat dan semuanya berawal dari kekurangan nurisi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam studinya, peneliti melakukan survei terhadap 1 juta orang berusia di bawah 35 tahun. Kesimpulan dari studi tersebut adalah, mereka yang menderita penyakit Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) punya tinggi badan yang lebih rendah sekitar 1,12 cm.
Kurangnya tinggi tersebut merupakan salah satu pertanda kurangnya nutrisi di masa kecil sebagai akibat dari ketidakmampuan membeli makanan sehat dan bergizi.
Dalam Journal of Epidemiology and Community Health, peneliti menyarankan agar para produsen makanan bisa lebih fokus menyediakan makanan sehat yang murah dan bergizi untuk dapat dibeli kalangan keluarga miskin.
(fah/ir)











































