Tampon Timbulkan Sindrom Toxic Shock

Tampon Timbulkan Sindrom Toxic Shock

- detikHealth
Rabu, 13 Jan 2010 14:30 WIB
Tampon Timbulkan Sindrom Toxic Shock
London - Saat mengalami pendarahan seseorang biasanya menggunakan tampon atau kain kasa untuk menghentikan pendarahannya. Tapi penggunaan tampon ini justru bisa menimbulkan kondisi kesehatan serius yaitu Toxic shock syndrome (TSS).

Tak pernah terbayangkan dalam benak Helena Holmes (19 tahun) bahwa dirinya tidak dapat mengikuti pesta kostum akhir tahun karena terserang kram perut yang sangat sakit.

Keesokan harinya rasa sakit bertambah parah dan Helena mengalami muntah-muntah selama 3 hari. Karena didapatkan gejala yang tak kunjung berkurang, sang ibu membawa Helena ke dokter dan diresepkan antibiotik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tapi kondisi Helena semakin memburuk, muncul ruam di seluruh tubuh yang diikuti dengan demam tinggi. Akhirnya kedua orangtua membawa Helena ke rumah sakit dan diharuskan menjalani serangkaian tes. Didapatkan bahwa Helena terkena Toxic Shock Syndrome (TSS) yang diakibatkan oleh penggunan tampon.

"Saya pernah mendengar mengenai TSS, tapi saya berhati-hati jika ingin menggunakannya dan selalu mencuci tangan sebelum menggunakannya. Dokter mengatakan mungkin bakteri tersebut berasal dari pabrik pembuat tampon itu sendiri," ujar Helena seperti dikutip dari TheSun, Rabu (13/1/2010).

Seseorang yang mengalami TSS biasanya disertai dengan gejala demam tinggi, diare, muntah, nyeri otot dan hipotensi (tekanan darah rendah) yang memungkinkan seseorang mengalami shock atau kematian. TSS bisa terjadi akibat infeksi saat menstruasi, cedera, luka terbakar atau komplikasi dari infeksi lokal seperti bisul.

Seperti dikutip dari Medicalnewstoday, Rabu (13/1/2010) sebagian besar kasus TSS ini akibat dari racun yang dihasilkan oleh bakteri Staphylococcus aureus (staph) atau bakteri kelompok A Streptococcus (strep). Karena itu terkadang penyakit ini disebut dengan streptococcus Toxic Shock Syndrome (STSS).

Bakteri dapat masuk ke tubuh melalui luka, infeksi lokal, tenggorokan, vagina atau luka bakar. Saat racun dari bakteri tersebut masuk ke aliran darah, maka bisa mengacaukan proses pengaturan tekanan darah yang mengakibatkan hipotensi. Selain itu, racun juga bisa menyerang organ-organ dan otot. Gagal ginjal merupakan komplikasi yang paling umum dari TSS.

Untuk mendiagnosa TSS diperlukan tes darah dan urin untuk mendeteksi ada kerusakan organ atau tidak. Secara umum diagnosis dibuat jika ditemukan temperatur suhu tubuh lebih dari 38,9 derajat Celsius, tekanan darah di bawah 90 mmHg, terdapat ruam merah di kulit serta adanya bukti minmal 3 organ yang terinfeksi.

(ver/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads