Peneliti menemukan status sosial ternyata sangat berhubungan erat dengan risiko kesehatan. Berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan Thomas Lampert dari Robert Koch Institute (RKI), Berlin diketahui bahwa kebiasaan merokok, aktivitas fisik yang jarang dan obesitas justru lebih banyak dialami oleh orang dari status sosial rendah.
Selama 18 tahun, peneliti berhasil mewawancarai 8.318 partisipan melalui rekaman Telephone Health Survey. Tiap-tiap partisipan ditanya mengenai berat badan, tinggi badan, aktivitas fisik dan hobinya merokok.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari semua faktor tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa pria dari golongan status sosial rendah cenderung lebih banyak menjadi perokok, jarang olahraga dan obesitas. Hal yang sama juga terlihat pada responden wanita.
"Pengetahuan yang kurang dan lingkungan yang gampang terpengaruh membuat orang miskin jauh lebih banyak menjadi orang tidak sehat dibanding orang kaya. Padahal orang miskin atau mereka dari golongan ekonomi rendah seharusnya bisa lebih mengantisipasi biaya yang muncul jika terkena penyakit kronis akibat gaya hidup mereka yang tidak sehat. Dibutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk berobat, harusnya pola pikir mereka diubah," kata Lampert seperti dikutip dari Health24, Selasa (19/1/2010).
Berbeda dengan orang kaya atau orang berstatus sosial tinggi, selain mereka punya tingkat kesadaran akan kesehatan yang lebih tinggi, mereka juga merasa mampu membayar biaya kesehatan saat terkena penyakit.
(fah/ir)










































