Peneliti dari tiga universitas berbeda, yaitu Jefferson Medical College of Thomas Jefferson University, Philadelphia; the Thomas Jefferson University Hospital, Philadelphia dan University of California, Davis, School of Medicine telah mengevaluasi efek radiasi yang selama ini menjadi mitos di kalangan pria.
Sebanyak 143 pasien kanker prostat dilibatkan dalam studi ini. Sebelum diterapi, partisipan diminta mengisi kuesioner untuk mengetahui sejarah fungsi organ seksnya sebelum terapi dilakukan. Para partisipan kemudian diberi terapi radiasi untuk menyembuhkan kanker yang menyerang alat reproduksi pria tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemampuan seksual pria memang akan menurun setelah mendapat radiasi, tapi setelah dua tahun kemampuannya akan stabil lagi. Bahkan setelah 4 tahun, secara keseluruhan kemampuan organnya bisa meningkat," kata Dr Richard Valicenti dari University of California, Davis, School of Medicine seperti dikutip dari Thirdage, Kamis (21/1/2010).
Studi ini dipublikasikan dalam the International Journal of Radiation Oncology Biology Physics.
(fah/ir)










































