Penelitian yang dilakukan oleh peneliti AS ini memang masih sebatas percobaan di laboratorium, tapi hal ini bisa menjadi langkah awal untuk terciptanya obat baru yang bisa digunakan oleh masyarakat nantinya.
Tim peneliti berhasil menemukan aktivitas dalam protein kunci dari virus hepatitis C (HCV) yang sangat penting bagi virus tersebut untuk bereproduksi. Hasil penelitian ini telah dilaporkan dalam jurnal online Science Translational Medicine.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dr Glenn menjelaskan senyawa yang ditemukannya mewakili kelas baru untuk obat yang potensial karena secara spesifik dapat menyerang kemampuan virus untuk bertahan di sel hati. Diharapkan turunan dari senyawa ini dapat masuk untuk uji pada manusia dalam waktu 18 bulan mendatang, tentunya setelah berhasil lolos uji praklinis dan hewan percobaan.
Hepatitis C telah menginfeksi lebih dari 150 juta orang di seluruh dunia dan merupakan penyebab utama terjadinya kanker hati kronis serta transplantasi hati. Saat ini terapi yang dilakukan untuk penderita hepatitis C adalah kombinasi antara interferon dan ribavirin, tapi diketahui pengobatan ini belum terlalu efektif.
Dr Glenn menuturkan langkah pertama adalah menambahkan obat baru untuk kombinasi tersebut. Sedangkan langkah selanjutnya adalah mendapatkan pengobatan baru dengan campuran senyawa yang lebih efektif dalam melawan virus hepatitis C.
"Kami membutuhkan campuran dari berbagai obat untuk penyakit ini, karena virus hepatitis C memiliki tingkat perlawanan yang sangat tinggi. Karenanya kami perlu menekan dari berbagai sudut untuk mengurangi setiap kemungkinan terjadinya mutasi," tambahnya.
(ver/ir)










































