WHO: Pandemi Flu Babi Menurun

WHO: Pandemi Flu Babi Menurun

- detikHealth
Senin, 08 Feb 2010 08:43 WIB
WHO: Pandemi Flu Babi Menurun
Jenewa - Meski flu babi (H1N1) telah menyebabkan 15.174 kematian di seluruh dunia hingga saat ini, namun baru-baru ini badan kesehatan dunia (WHO) mengumumkan kabar baik, yaitu pandemi flu babi mulai terlihat menurun.

"Hingga 31 Januari 2010, lebih dari 209 negara di dunia dan komunitas masyarakat melaporkan hasil laboratorium yang menunjukkan kecenderungan penurunan kasus flu babi," kata perwakilan WHO seperti dilansir Health24, Senin (8/2/2010).

Buletin terbaru WHO menjelaskan Amerika adalah negara dengan jumlah kematian paling fatal akibat virus H1N1, yaitu 7.261 kematian. Eropa berada di urutan kedua dengan jumlah kematian yaitu 3.605 kasus. Sedangkan jumlah kematian di kawasan Asia dan Pasifik barat adalah 3.127 kematian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meskipun kasus kematian akibat flu babi tidak sedikit, tapi menurut WHO penyebaran virus tersebut terlihat menurun di seluruh kawasan akhir-akhir ini.

Hal ini dimungkinkan karena keberhasilan vaksin flu babi yang bisa mencegah penyebarannya dan juga peningkatan kesadaran masyarakat yang sudah lebih waspada dan bisa menerapkan pola hidup sehat dengan baik.

Penyakit influenza A H1N1 ditularkan melalui kontak langsung dari manusia ke manusia lewat batuk, bersin atau benda-benda yang pernah bersentuhan dengan penderita, karena itu penyebarannya sangat cepat namun dapat dicegah.

Gejala virus ini adalah demam, disorientasi, kekakuan pada sendi, muntah-muntah hingga kehilangan kesadaran yang berakhir pada kematian.

Cara yang efektif untuk mencegah yaitu menjaga kondisi tubuh tetap sehat dan bugar, istirahat yang cukup dan mencuci tangan pakai sabun. Bila batuk dan bersin tutup hidung dengan sapu tangan atau tisu.

Jika ada gejala influenza minum obat penurun panas, gunakan masker dan tidak ke kantor, sekolah atau tempat-tempat keramaian serta beristirahat di rumah selama 5 hari. Apabila dalam 2 hari flu tidak juga membaik segera ke dokter.

(fah/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads