Suntik Botox Obati Migrain?

Suntik Botox Obati Migrain?

- detikHealth
Rabu, 17 Feb 2010 10:50 WIB
Suntik Botox Obati Migrain?
California - Sambil merawat kulit penyakit migrain pun hilang. Itulah yang dialami beberapa wanita yang melakukan perawatan suntik botox. Namun ini hanya terbatas pada pengobatan migrain jenis okular (mata).

Selama ini orang menggunakan botox untuk perawatan kecantikan dan menghilangkan keriput-keriput di wajah. Tapi sebuah penelitian menunjukkan botox bisa membantu mencegah beberapa jenis migrain.

Peneliti mengungkapkan botox dapat membantu mengurangi kambuhnya migrain jenis okular migrain. Tapi pengobatan ini tidak menunjukkan hasil yang bagus pada migrain yang disebabkan oleh adanya tekanan di kepala.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada penelitian sebelumnya, ahli saraf menemukan kebanyakan pasien dengan sakit kepala okular mengalami penurunan frekuensi sakit kepala setelah disuntikan botox," ujar ketua peneliti Dr Christine C Kim, ahli dermatologi di Encino, California, seperti dikutip dari HealthDay, Rabu (17/2/2010).

Peneliti menguji hipotesis ini dengan menggunakan dosis botox yang jauh lebih rendah dari dosis yang biasa digunakan oleh spesialis sakit kepala. Dan ternyata hasil yang didapatkan menunjukkan efek yang sama. Laporan ini dimuat dalam Archive of Dermotology.

Peneliti melibatkan 19 pasien yang sudah melakukan perawatan botox untuk alasan kosmetik tapi juga menderita migrain. 10 pasien diantaranya memiliki jenis okular migrain sedangkan 9 pasien lainnya memiliki migrain akibat tekanan di kepala. Beberapa pasien bahkan memiliki lebih dari 1 jenis migrain.

Setelah melakukan perawatan botox selama 3 bulan, sebanyak 13 pasien mengalami penurunan nyeri migrain. Dengan 10 pasien okular migrain dan 3 pasien migrain akibat tekanan, sedangkan 6 pasien lain tidak menunjukkan perubahan apapun.

Namun peneliti belum dapat memastikan mengapa botox bisa mengurangi rasa sakit pada pasien migrain. Ada kemungkinan botox bekerja dengan cara menghambat reseptor rasa sakit atau mengurangi peradangan yang ada.

Sebelumnya botox telah diuji sebagai pengobatan untuk migrain, tapi tidak mendapatkan hasil yang diinginkan. Hal ini disebabkan beberapa pasien mendapatkan respons yang dramatis dengan pengobatan ini sedangkan pasien lain tidak merespons apapun. Sehingga dibutuhkan penelitian lebih lanjut dengan melibatkan jumlah partisipan yang lebih banyak.

Dr Gretchen E. Tietjen, ketua neurologi dan direktur Headache Treatment and Research Program University of Toledo Medical Center di Ohio menuturkan hingga kini botox belum bisa dijadikan sebagai pengobatan utama untuk pasien migrain. (ver/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads