Peneliti dari Inggris menemukan laki-laki yang sembuh dari kanker dan pernah menerima pengobatan kemoterapi atau radioterapi dapat mengalami kekurangan hormon testosteron.
Dalam jurnal Cancer ditemukan sekitar 15 persen laki-laki mengalami defisiensi testosteron yang dapat mengganggu kualitas hidupnya dan membuatnya cepat merasa lelah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Profesor Ross mengungkapkan dari hasil penelitian didapat laki-laki muda yang selamat dari penyakit kanker mengalami penurunan kualitas hidup serta mengurangi tingkat energi dalam tubuhnya dan fungsi seksualnya. Hal ini ternyata dipengaruhi oleh menurunnya kadar hormon testosteronnya.
"Ini merupakan studi penting yang menunjukkan bahwa kadar testosteron rendah pada laki-laki yang sembuh dari penyakit kanker (survivor) akan mengalami gangguan kualitas hidup," ujar Profesor Ross, seperti dikutip dari Telegraph, Selasa (23/2/2010).
Prof Ross menambahkan saat ini dibutuhkan intervensi untuk menentukan kadar testosteron yang dibutuhkan oleh survivor kanker laki-laki agar didapatkan keuntungan dan bisa meningkatkan kualiats hidupnya kembali.
Testosteron adalah hormon steroid dari golongan androgen, testosteron merupakan hormon seks laki-laki yang utama.
Fungsi dari testosteron ini adalah meningkatkan libido, energi, fungsi sistem kekebalan tubuh serta melindungi laki-laki dari bahaya osteoporosis.
Jika kadar testosteron dalam tubuh berkurang, maka secara otomatis fungsi dari beberapa bagian tubuh menjadi tidak maksimal.
(ver/ir)











































