Wisatawan ke Inggris Harus Punya Asuransi Kesehatan

Wisatawan ke Inggris Harus Punya Asuransi Kesehatan

- detikHealth
Senin, 01 Mar 2010 12:55 WIB
Wisatawan ke Inggris Harus Punya Asuransi Kesehatan
London - Setiap wisatawan yang berkunjung ke Inggris harus dapat membuktikan bahwa mereka memiliki asuransi kesehatan. Inggris bertekad mencegah turis yang memanfaatkan fasilitas dari lembaga pelayanan kesehatan nasional atau NHS (The National Health Service).

"NHS hanya memiliki kewajiban untuk orang yang tinggal atau orang dengan ancaman risiko kesehatan jangka panjang. Kita tidak bisa memberikan pelayanan kesehatan internasional, memberikan pengobatan gratis untuk semua orang," ujar Menteri kesehatan Inggris, Mike O'Brien seperti dilansir Telegraph, Senin (1/3/2010).

Usulan ini menunjuk pada kasus-kasus seperti pengusaha asing yang menerima perawatan NHS senilai 55.000 poundsterling ((Rp 780 juta) dengan klaim palsu sebagai penduduk. Sementara seorang wanita yang datang ke Inggris dalam tahap akhir kehamilan untuk melahirkan, meninggalkan tagihan yang belum dibayar sekitar 5.000 poundsterling (Rp 71 juta).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

NHS dipaksa harus membayar 5 juta poundsterling (Rp 71 miliar) untuk warga negara asing yang berstatus turis setiap tahun.

Saat ini sebagian besar pengunjung yang bukan penduduk Inggris biasanya ditawarkan untuk perawatan NHS gratis hanya dalam keadaan darurat.

Pembuktian memiliki asuransi kesehatan tersebut wajib untuk semua turis yang melewati pengawasan imigrasi. Tetapi survei membuktikan bahwa 1 dari 5 orang secara teratur bepergian tanpa asuransi sama sekali.

Sebagai bagian dari rencana itu, pengunjung dan migran asing yang menolak membayar utang mereka kepada NHS akan dilarang masuk lagi ke Inggris. Mereka yang masih berada di Inggris, juga akan ditolak perpanjangan visanya sampai mereka membayar, sambil menerapkan migran kewarganegaraan Inggris jangka panjang.

Turis asing yang berutang 500 pounds (Rp 7 juta) dan belum membayar setelah sebulan perawatan menjadi target peraturan baru. Sementara tagihan yang paling banyak belum dilunasi, rata-rata lebih dari 1.000 poundsterling (Rp 14,1 juta).

"Untuk pertama kalinya aturan imigrasi Inggris akan menyatakan secara eksplisit bahwa catatan tentang kegagalan melaksanakan kewajiban pembayaran ke National Health Service akan berdampak pada izin masuk dan tinggal di negara ini," ujar Phil Woolas, Menteri Imigrasi Inggris. (ir/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads