"NHS hanya memiliki kewajiban untuk orang yang tinggal atau orang dengan ancaman risiko kesehatan jangka panjang. Kita tidak bisa memberikan pelayanan kesehatan internasional, memberikan pengobatan gratis untuk semua orang," ujar Menteri kesehatan Inggris, Mike O'Brien seperti dilansir Telegraph, Senin (1/3/2010).
Usulan ini menunjuk pada kasus-kasus seperti pengusaha asing yang menerima perawatan NHS senilai 55.000 poundsterling ((Rp 780 juta) dengan klaim palsu sebagai penduduk. Sementara seorang wanita yang datang ke Inggris dalam tahap akhir kehamilan untuk melahirkan, meninggalkan tagihan yang belum dibayar sekitar 5.000 poundsterling (Rp 71 juta).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini sebagian besar pengunjung yang bukan penduduk Inggris biasanya ditawarkan untuk perawatan NHS gratis hanya dalam keadaan darurat.
Pembuktian memiliki asuransi kesehatan tersebut wajib untuk semua turis yang melewati pengawasan imigrasi. Tetapi survei membuktikan bahwa 1 dari 5 orang secara teratur bepergian tanpa asuransi sama sekali.
Sebagai bagian dari rencana itu, pengunjung dan migran asing yang menolak membayar utang mereka kepada NHS akan dilarang masuk lagi ke Inggris. Mereka yang masih berada di Inggris, juga akan ditolak perpanjangan visanya sampai mereka membayar, sambil menerapkan migran kewarganegaraan Inggris jangka panjang.
Turis asing yang berutang 500 pounds (Rp 7 juta) dan belum membayar setelah sebulan perawatan menjadi target peraturan baru. Sementara tagihan yang paling banyak belum dilunasi, rata-rata lebih dari 1.000 poundsterling (Rp 14,1 juta).
"Untuk pertama kalinya aturan imigrasi Inggris akan menyatakan secara eksplisit bahwa catatan tentang kegagalan melaksanakan kewajiban pembayaran ke National Health Service akan berdampak pada izin masuk dan tinggal di negara ini," ujar Phil Woolas, Menteri Imigrasi Inggris. (ir/ir)










































