Sering Menjamu Dewa, Pendeta Mesir Kuno Kena Penumpukan Lemak

Sering Menjamu Dewa, Pendeta Mesir Kuno Kena Penumpukan Lemak

- detikHealth
Senin, 01 Mar 2010 18:45 WIB
Sering Menjamu Dewa, Pendeta Mesir Kuno Kena Penumpukan Lemak
Manchester - Siapa bilang penyakit penumpukan lemak di pembuluh darah (aterosklerosis) adalah penyakit moderen karena sering makan enak? Penyakit ini sudah ada sejak zaman Mesir Kuno ketika Firaun (raja) dan pendeta begitu berkuasa.

Pendeta Mesir kuno adalah orang yang dipercaya menjadi penghubung manusia dengan sang dewa. Maka itu pendeta di Mesir kuno sering melakukan jamuan untuk menenangkan dewa-dewa Mesir kuno. Pekerjaan ini telah dianggap sebagai tugas yang menggembirakan karena sering makan enak.

Tapi ternyata tidak mengenakan buat kesehatan sang pendeta. Karena sering makan berlemak tinggi, banyak pendeta Mesir Kuno yang menderita penyakit jantung dan mengalami kematian dini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lihat saja menu jamuannya. Pendeta akan menempatkan sepiring besar ayam panggang dan anggur dan juga bir di depan patung dewa dalam ritual yang dilakukan tiga kali dalam sehari. Setelah melakukan upacara makanan itu akan disantapnya.

Peneliti Mesir Kuno dari University of Manchester menggabungkan terjemahan dari prasasti hiroglif di dinding-dinding candi yang menunjukkan rincian makanan yang dipersembahkan kepada dewa-dewa dan analisis jasad mumi. Hasil penelitian menemukan adanya aterosklerosis, yaitu penumpukan lemak dan kalsium dalam arteri (pembuluh darah).

Hasil penelitian ini membuktikan bahwa penyakit kardiovaskuler sudah ada sejak zaman Mesir kuno, jauh sebelum makanan gorengan dan gaya hidup moderen seperti saat ini yang menjadi penyebab serangan jantung dan stroke.

Tim Manchester mengamati hasil CT-scan 22 mumi Mesir dengan status sosial yang tinggi. Dalam 16 kasus ditemukan masalah jantung atau pembuluh darah, 9 bukti menunjukkan klasifikasi penyakit vaskular. Sebaliknya, penyakit ini sangat jarang ditemukan pada petani karena gaya hidupnya sederhana dengan diet biji-bijian dan sayuran.

Profesor Tony Heagerty, peneliti dari Cardiovascular Research Group mengatakan terdapat bukti tegas bahwa aterosklerosis adalah penyakit kuno, yang disebabkan oleh pola makan, seperti dilansir Timesonline, Senin (1/3/2010).

Tulisan pada dinding-dinding candi mengungkapkan adanya menu yang kaya dengan daging sapi, unggas liar, roti, buah-buahan, sayuran, kue, anggur dan bir. Cara makannya juga menjadi faktor lain seperti angsa yang dimasak dengan dengan lemak jenuh. Roti sering dimakan dengan lemak, telur, susu dan kue-kue yang biasanya dipanggang dengan lemak atau minyak hewani.

"Pada akhir misa, pendeta memindahkan dan mengambil makanan dari altar sebagai bayaran mereka dan membawa pulang untuk keluarga, selain dibagikan juga kepada petugas kuil. Kita telah mampu menunjukkan bagaimana prasasti candi dapat dikombinasikan dengan penyelidikan paleopathological mumi untuk memberikan bukti tentang para pendeta dan makanan mereka," kata Profesor David.

Hal inilah yang menyebabkan para pendeta makan layaknya dewa tapi lalu membuatnya mudah terserang penyakit jantung dan serangan stroke.

"Hidup seperti dewa dan kemudian membayarnya dengan kesehatanmu," kata Rosalie David, dari KNH Centre for Biomedical Egyptology University.

(ir/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads