Anafilaksis adalah suatu reaksi alergi akut yang bisa terjadi di seluruh tubuh dan bersifat alergi berat. Reaksi ini biasanya tidak terjadi pada kontak pertama dengan alergen, tapi terjadi setelah terkena paparan berikutnya dan secara tiba-tiba. Anafilaksis mulai terjadi apabila ada alergen yang masuk ke dalam aliran darah dan bereaksi dengan antibodi IgE.
Studi ini dilakukan oleh peneliti dari Amerika Serikat dan melibatkan 60 pasien yang memiliki alergi parah. Didapatkan bahwa senyawa di dalam daging yang dikenal sebagai alfa-galaktosa sebagai penyebabnya. Hasil ini juga telah dipresentasikan dalam pertemuan American Academy of Allergy, Asthma & Immunology di New Orleans.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peneliti menemukan bahwa sistem kekebalan protein yang disebut dengan antibodi IgE muncul pada 25 partisipan yang sebelumnya tidak bisa dijelaskan apa penyebabnya. Adanya antibodi IgE pada gugus gula ini lebih besar penyebarannya pada populasi manusia secara keseluruhan.
"Dulu kami berpikir bahwa alergi terhadap daging adalah kejadian yang sangat jarang, tapi kenyataannya tidak seperti itu," ujar ketua penelitian Dr Scott Commins dari University of Virginia, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (2/3/2010).
Dr Commins menambahkan alfa-galaktosa diproduksi oleh sebagian besar mamalia, tapi pada manusia dan kera besar justru memproduksi antibodi untuk gula. Masalah bisa muncul ketika tubuh seseorang memproduksi antibodi IgE pada gugus gula dan kemudian mengonsumsi daging atau produk susu yang mengandung gula, sehingga mengakibatkan adanya reaksi yang tertunda.
"Reaksi ini bisa muncul hanya dalam waktu beberapa menit saja," ungkap Dr Commins.
(ver/ir)











































