Risiko Kesehatan Pekerja Shift

Risiko Kesehatan Pekerja Shift

- detikHealth
Rabu, 03 Mar 2010 11:30 WIB
Risiko Kesehatan Pekerja Shift
Michigan - Beberapa perusahaan memberlakukan jam kerja untuk karyawannya secara bergantian berdasarkan shift masuknya. Tapi rotasi kerja dengan jadwal shift bisa menimbulkan risiko gangguan fungsi tubuh seperti tidur dan buang air besar.

Sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa jadwal kerja yang bergantian juga dapat meningkatkan risiko sindrom iritasi usus besar atau Irritable Bowel Syndrome (IBS). Gejala yang ditimbulkan dari sindrom ini adalah sembelit, diare, sakit perut, kram dan kembung, namun belum dapat dipastikan apa yang menjadi penyebabnya.

Dr Willemijntje A. Hoogerwerf dan rekan dari University of Michigan di Ann Arbor melaporkan pekerja shift sering mengeluhkan terjadi perubahan kebiasaan buang air besar yang mirip dengan gejala IBS. Hasil penelitian ini dilaporkan dalam American Journal of Gastroenterology.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Evaluasi yang dilakukan oleh tim peneliti terhadap 399 orang yang mengalami gangguan usus menunjukkan jadwal kerja yang bergantian dapat mengganggu irama saluran pencernaan.

"Hal ini menyebabkan seseorang berpeluang lebih besar terkena sindrom iritasi usus besar (IBS)," ujar Hoogerwerf, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (3/3/2010).

Hoogerwerf menuturkan gangguan usus dan kualitas tidur banyak terjadi pada sebagian besar pekerja yang memiliki jam kerja shift atau bergantian dan hal ini bisa mempengaruhi kualitas kerjanya. Jam kerja yang diterapkan biasanya dibagi menjadi 2 atau 3 shift antara siang dan malam.

Secara keseluruhan sebanyak 48 persen orang yang memiliki jam kerja bergantian melaporkan adanya gejala IBS dan sebanyak 40 persen orang yang bekerja setiap malam juga mengalami IBS.

Selain itu ditemukan pula kualitas tidur yang buruk, karena waktu tidurnya berubah-ubah atau bergeser sehingga tidak sesuai lagi dengan jam biologis normal tubuhnya.

Dalam melakukan studi ini peneliti memperhatikan kualitas tidur, usia, jenis kelamin, pengalaman serta berapa lama bekerja dengan sistem shift siang dan malam secara bergantian.

Perawat yang bekerja di rumah sakit dan memiliki jam kerja shift juga ada kemungkinan mengalami nyeri perut atau rasa ketidaknyamanan di bagian perutnya.

Berdasarkan hasil penelitian ini, Hoogerwerf merekomendasikan para pekerja shift yang sering mengalami gejala IBS atau memiliki jam tidur yang tidak teratur untuk segera berkonsultasi dengan dokter agar bisa mengurangi gejala yang ada sehingga tidak mengganggu produktivitas kerjanya.

(ver/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads