Rata-rata pasien yang datang ke UGD akan ditangani oleh dokter umum, karena itu dokter yang berjaga dibagian unit emergency harus bisa mendiagnosis dan memberikan perawatan dengan tepat.
"Dokter harus dipersiapkan agar bisa merawat kondisi yang ada pada pasien dan juga bisa menanganinya sehingga pasien tidak merasa terlantar," ujar dr Firdaoessaleh SpB, SpU(K) dalam acara KPPIK (Kursus Penyegar dan Penambah Ilmu Kedokteran) FKUI di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (20/3/2010).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemungkinan bagi dokter yang sudah lulus 10-15 tahun lalu belum mendapat pengetahuan mengenai disaster management. Padahal seperti diketahui saat ini sering terjadi kasus bencana seperti pengeboman, teroris, gempa bumi ataupun banjir," ujar Dr dr Ratna Sitompul, SpM(K) selaku dekan FKUI.
Menurut Dr Ratna, rata-rata dokter yang saat ini berjaga di instalasi gawat darurat sudah memiliki kemampuan yang baik. Sayangnya ada beberapa yang belum dapat bekerja secara efektif, salah satu faktor penyebabnya adalah belum adanya fasilitas yang mencukupi.
"Diharapkan nantinya dapat dibuat struktur rujukan yang efektif sehingga pasien gawat darurat dapat dirujuk ke rumah sakit yang tepat dan tidak ada lagi pasien yang dioper-oper ke beberapa rumah sakit karena ketidakadaan alat yang dibutuhkan. Hal ini untuk menghindari pasien yang meninggal di jalan," tambahnya.
Dengan meningkatkan mutu dari para dokter, diharapkan nantinya tercipta pengobatan yang efektif, biaya rendah dan perawatan yang tepat.
Meningkatkan pengetahuan dokter akan sangat membantu dalam menentukan diagnosis awal serta pemberian pengobatan yang tepat.
(ver/ir)











































