Pengendalian TB di Indonesia Mendekati Target MDG

Pengendalian TB di Indonesia Mendekati Target MDG

- detikHealth
Rabu, 24 Mar 2010 16:37 WIB
Pengendalian TB di Indonesia Mendekati Target MDG
Jakarta - Penanggulangan penyakit Tuberkulosis (TB atau TBC) di Indonesia telah banyak kemajuan. Indonesia kini bahkan hampir mendekati target Millenium Development Goals (MDGs) karena bisa meredam TB.

Target MDGs pada tahun 2015 adalah 222 per 100.000 penduduk untuk rasio penderita TB. Indonesia pada tahun 2008 sudah mencapai prevalensi TB 253 per 100.000 penduduk.

Angka kematian TB pada tahun 2008 juga menurun tajam menjadi 38 per 100.000 penduduk dibandingkan tahun 1990 sebesar 92 per 100.000 penduduk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penurunan jumlah kematian akibat TB ini karena implementasi  DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse) yang sejalan dengan petunjuk badan kesehatan dunia (WHO).

Pada tahun 2009 angka cakupan penemuan kasus mencapai 71 persen dan angka keberhasilan pengobatan mencapai 90 persen. Keberhasilan ini perlu ditingkatkan agar dapat menurunkan prevalensi, insiden dan kematian akibat TB.

Demikian sambutan Menteri Kesehatan dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH saat membuka Seminar Sehari TB dalam rangka peringatan Hari TB Sedunia 2010 di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (24/3/2010). Acara ini digelar kementerian kesehatan dan PPTI (Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia).

Meski telah banyak kemajuan yang dicapai dalam penanggulangan TB, Menkes mengingatkan banyak tantangan masalah TB ke depan masih besar.

Terutama dengan maraknya TB pada penderita HIV dan MDR (Multi Drugs Resistancy). TB MDR adalah TB yang telah mengalami kekebalan dua obat anti TB, yaitu INH dan Rifampicin secara bersama sama atau disertai resisten terhadap obat anti TB lini pertama lainnya seperti ethambutol, streptomycin dan pirazinamide.

Menurut Menkes, peningkatan koordinasi dan sinkronisasi Program Penanggulangan TB harus dilakukan mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan penilaian demi tercapainya target penanggulangan TB di Indonesia.

Indonesia menduduki peringkat ke-3 negara dengan jumlah penderita TB terbanyak di dunia setelah India dan China. Jumlah pasien TB di Indonesia adalah sekitar 5,8 persen dari total jumlah pasien TB dunia.

Di Indonesia, diperkirakan setiap tahun terdapat 528.000 kasus TB baru dengan kematian sekitar 91.000 orang. Angka prevalensi TB di Indonesia pada tahun 2009 adalah 100 per 100.000 penduduk dan TB terjadi pada lebih dari 70 persen usia produktif.

Tanggal 24 Maret diperingati sebagai World TB Day atau Hari TB Sedunia. Peringatan ini untuk mengingatkan bahwa TB telah ditemukan sejak lama, yaitu lebih dari 100 tahun yang lalu, obatnya juga telah ditemukan sejak 50 tahun yang lalu, tetapi kasusnya masih tetap menjadi ancaman dunia. Bahkan, tahun 1993 masyarakat dunia menyatakan TB sebagai kedaruratan dunia.

Peringatan Hari TB Sedunia (HTBS) tahun ini di tingkat global mengambil tema On the Move Againts Tuberculosis, Innovate to Accelerate Action yang menggambarkan kebutuhan adanya inovasi baru untuk melakukan akselerasi upaya strategis melawan TB.

Di Indonesia tema tersebut diterjemahkan menjadi Inovasi dengan slogan Tingkatkan Inovasi, Percepat Aksi melawan Tuberkulosis.

(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads