Jumat, 26 Mar 2010 13:00 WIB

Levitra Lebih Disukai Ketimbang Viagra

- detikHealth
Jakarta - Levitra dan Viagra sangat populer sebagai obat untuk mengatasi impotensi. Kedua obat ini berada pada kelas yang sama, mereka bekerja dengan cara yang sama, namun Levitra membuktikan dirinya lebih baik daripada Viagra dalam aspek-aspek tertentu.

Seperti dilansir dari MedicineNet, Jumat (26/3/2010), pada tahun 2003 The Food and Drug Administration (FDA) telah menyetujui Levitra (vardenafil), sebuah obat oral untuk mengobati disfungsi ereksi pada pria atau impotensi, setelah sebelumnya telah dikenal Viagra (sildenafil).

Baik Levitra maupun Viagra dapat menghambat enzim spesifik yang disebut fosfodiesterase-5 yang terletak di otot polos arteri yang memasok darah ke penis. Tanpa adanya hambatan aliran darah ke penis dapat menyebabkan ereksi berkepanjangan.

Kedua obat ini sangat populer dan sangat direkomendasikan oleh dokter untuk pengobatan impotensi. Selama 5 tahun yang panjang, Viagra menikmati monopoli dalam pasar pengobatan disfungsi ereksi. Namun, monopoli ini hancur dengan peluncuran Levitra vardenafil.

Levitra adalah kompetitor untuk obat yang sangat populer Viagra. Hal ini terutama karena Levitra termasuk kelas obat-obatan yang sama seperti Viagra. Oleh karena itu, pada dasarnya kedua obat ini bekerja dengan cara yang sama.

Levitra menawarkan apa yang ditawarkan Viagra untuk laki-laki yang menderita impotensi. Selain itu, Levitra memiliki keuntungan untuk pria, membuatnya lebih bermanfaat bagi mereka.

Seperti di lansir dari medical-specialists dan buzzle, ada beberapa perbandingan antara Levitra dan Viagra, sebagai berikut:

1. Levitra lebih baik dari segi jangka waktu efektif
Viagra sildenafil menjadi efektif dalam waktu 60 menit dan tetap efektif selama 4 jam, sedangkan Levitra vardenafil menjadi efektif dalam waktu 30-60 menit dan tetap efektif selama 5 jam. Oleh karena itu, Levitra lebih disukai daripada Viagra bagi laki-laki yang mencari spontanitas dalam bercinta.

2. Levitra memungkinkan makan bersamaan dengan konsumsi obat
Sebuah perbedaan yang signifikan antara Levitra dan Viagra adalah bahwa Viagra dianjurkan diminum pada keadaan perut kosong atau dengan makanan ringan.

Sedangkan Levitra tidak sensitif terhadap makanan dan alkohol, sehingga dapat menikmati makan malam dengan pasangan sebelum terlibat dalam aktivitas seksual.

Namun, sangat disarankan bahwa tidak boleh makan makanan yang mengandung banyak lemak bersamaan dengan Levitra, karena akan menunda waktu yang diperlukan obat untuk mulai bekerja.

3. Levitra menyediakan dosis yang lebih rendah
Viagra tersedia dalam dosis 25 mg, 50 mg dan 100 mg, sementara Levitra tersedia dalam dosis 5 mg, 10 mg dan 20 mg.

Dengan dosis yang lebih rendah, tentunya akan mengurangi intensitas efek samping. Untuk alasan ini, Levitra lebih disukai oleh orang tua ketimbang Viagra.

4. Levitra lebih efektif pada penderita diabetes

Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa Levitra lebih efektif untuk pasien diabetes yang juga menderita impotensi. Penelitian telah menunjukkan bahwa Levitra bekerja lebih baik bagi orang yang menderita diabetes tipe 1 dan tipe 2, juga bagi penderita kolesterol tinggi. Sekitar setengah dari orang-orang yang tidak merespon pengobatan Viagra dapat merespon Levitra.

5. Perbedaan dalam efek samping
Levitra dan Viagra memiliki efek samping yang hampir serupa, yaitu kurangnya efek visual (penglihatan). Penelitian telah menunjukkan bahwa laki-laki pada pengobatan Viagra kadang-kadang merasa penglihatannya gelap yang akhirnya memudar.

Namun, orang-orang yang menggunakan Levitra untuk pengobatan impotensi jarang mengalami efek samping visual ini. Levitra juga tidak menimbulkan efek samping terhadap jantung.

Sebagai peringatan, tidak aman untuk mengonsumsi Levitra dan Viagra dalam waktu bersamaan. Coba Viagra dan Levitra pada hari yang berbeda, dan lihatlah mana yang terbaik untuk Anda. Setiap pria kadang merasakan hal yang berbeda, dan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk dapat meyakinkan yang terbaik untuk Anda.

(mer/ir)