Yang jelas menurut badan pengawas obat dan makanan AS atau US Food and Drug Administration (FDA), zat-zat tersebut tidak diakui secara ilmiah dapat bekerja efektif. Manjur atau tidaknya afrodisiak lebih karena kekuatan sugesti, psikologis dan emosional si pemakainya tapi belum ada bukti nyata.
Aphrodite adalah dewi Yunani yang melambangkan cinta, kecantikan dan kesuburan. Maka dianggap logis bila zat atau substansi yang dapat meningkatkan hasrat seksual dan gairah, dorongan seks dan meningkatkan kinerja seksual, serta memperpanjang energi seksual diberi nama aphrodisiac.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zat afrodisiak yang paling terkenal adalah Spanish Fly, yang terbuat dari kumbang tanah dari spesies Lytta vesicatoria. Bahan aktif cantharidin menyebabkan peningkatan aliran darah ke alat kelamin dan sensasi kehangatan. Tetapi bahan ini juga dapat menyebabkan luka permanen pada jaringan uretra dan menginfeksi saluran urogenital.
Efeknya dapat menyebabkan ereksi yang berkepanjangan atau pembesaran vulva dan vagina, yang sering kali menyakitkan. Spanish Fly mungkin juga beracun atau bahkan fatal jika untuk penggunaan jangka panjang.
Seperti dilansir dari health24, Selasa (30/3/2010), beberapa makanan diyakini sebagai afrodisiak atau menimbulkan zat perangsang seks seperti:
- Tiram dan kerang. Makanan laut lain yang menyerupai organ seks juga sering dianggap afrodisiak.
- Tanduk badak tanah (Ground rhinoceros horn). Istilah 'horny' muncul dari sini yang menggambarkan penambahan gairah seks.
- Pisang, seledri, asparagus. Juga makanan phallic (menyerupai kelamin) lainnya.
- Madu. Ini mengingatkan pada cairan vagina yang manis.
- Ginseng
- Cokelat
- Stroberi dan sampanye
- Cabai, kari, rempah-rempah dan makanan pedas. Membuat jantung berdetak lebih cepat dan menghasilkan keringat, yang biasanya terjadi selama aktifitas seks.
- Testis banteng mentah
- Yohimbine, ekstrak dari kulit kayu pohon yohimbe di Afrika Selatan. Banyak studi yang dilakukan, hasil studi menunjukkan bahwa yohimbine mungkin sangat berpotensi membantu orang-orang yang mengalami kesulitan mempertahankan ereksi. Tetapi tidak untuk meningkatkan keinginan atau gairah seksual.
Menurut tinjauan US Food and Drug Administration (FDA), afrodisiak tidak diakui secara ilmiah telah terbukti efektif. Seperti pada Spanish Fly, beberapa dapat berbahaya dan bahkan berpotensi fatal. Dan yang penting untuk diingat, afrodisiak berada pada kelas suplemen herbal dan saat ini tidak diatur.
Kadang-kadang obat-obatan juga digunakan sebagai afrodisiak. Alkohol, ganja, kokain, amfetamin, dan barbiturat misalnya, membantu mengurangi atau menghilangkan hambatan dan menghasilkan perasaan yang menyenangkan dan sensasi yang bisa membuat seseorang merasa terangsang. Namun ketergantungan dan bahaya lainnya yang lebih serius juga dapat terjadi.
Obat lain, amyl nitrate atau popper, tampaknya diyakini memperpanjang sensasi orgasme karena dipercaya meningkatkan aliran darah ke alat kelamin. Tetapi juga dapat menyebabkan pusing, sakit kepala parah, ketidaksadaran, dan penurunan tekanan darah yang dapat menjadi berbahaya.
Terlepas dari apa yang dikonsumsi, manjur atau tidaknya afrodisiak lebih karena kekuatan sugesti, psikologis dan emosional. Jika Anda yakin menggunakan zat tertentu akan meningkatkan kehidupan seks Anda, maka dapat membantu membawa hasrat dan gairah seksual, setidaknya dalam jangka pendek. (mer/ir)











































