Amnesia, si Pelupa Berat yang Berlangsung Singkat dan Permanen

ADVERTISEMENT

Amnesia, si Pelupa Berat yang Berlangsung Singkat dan Permanen

- detikHealth
Kamis, 01 Apr 2010 16:37 WIB
Jakarta - Kehilangan ingatan adalah penyakit yang mengerikan. Hati-hati jika sudah mulai merasa hilang ingatan atau amnesia karena pengobatan hilang ingatan sangat sulit dan cenderung menjadi penyakit yang serius seperti alzheimer, demensia, hingga tumor otak.

Amnesia adalah ketidakmampuan mengingat beberapa informasi seperti pengalaman secara utuh atau menerima informasi baru. Tapi amnesia tidak menyebabkan hilangnya identitas diri seperti alzheimer yang tidak mengenali diri sendiri. Amensia ada yang bersifat permanen dan ada yang singkat dan bisa disembuhkan jika menyangkut psikologis.

Seperti dilansir dari mayo clinic, Kamis (1/4/2010), kebanyakan orang dengan sindrom amnesia memiliki masalah dengan memori jangka pendek dan tidak dapat menyimpan informasi baru.

Seseorang mungkin ingat pengalaman dari masa kanak-kanak atau tahu nama presiden di masa lalu, tetapi tidak dapat mengingat nama presiden saat ini.

Amnesia disebabkan oleh kerusakan pada bagian otak yang memproses memori. Jika bersifat permanen akan sulit diatasi dan biasanya karena kerusakan fisik di otak yang disebut amnesia neurologis atau organik.

Namun ada juga amnesia yang lebih karena gangguan psikologis yang disebut amnesia disosiatif (psikogenik) yang disebabkan oleh stres, tekanan mental, kebingungan, korban kejahatan dan trauma. Amnesia jenis ini biasanya berlangsung singkat.

Sedangkan amnesia karena cedera otak akan berdampak pada gangguan memori yang sifatnya lebih serius dan mungkin bisa menjadi permanen. Penyebabnya bisa mulai dari stroke, radang otak, kurang oksigen akibat serangan jantung atau gangguan pernapasan, penyalahgunaan alkohol, tumor.

Tidak ada pengobatan khusus untuk amnesia, tapi ada teknik untuk meningkatkan memori dan dukungan psikologis dapat membantu orang dengan amnesia sehingga masalah lupa ingatannya tidak terlalu parah.

Untuk diagnosa amnesia, dokter akan melakukan evaluasi menyeluruh dan menyingkirkan sementara kemungkinan penyebab kehilangan memorinya karena alzheimer, demensia atau tumor otak.

Dokter akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk mengetes kehilangan memori seperti: Jenis kehilangan memori apakah kejadiannya baru atau jauh-jauh hari, apakah ada cedera kepala, riwayat keluarga apakah memiliki penyakit saraf, penggunaan obat atau alkohol, riwayat kejang-kejang, sakit kepala atau depresi.

Kadang-kadang diagnosa melalui Magnetic Resonance Imaging (MRI), tomografi terkomputerisasi (CT) dan elektroensefalogram (EEG) diperlukan untuk mencari kerusakan atau kelainan di otak. Sedangkan tes darah dapat memeriksa infeksi, kekurangan gizi atau hal lain.

Amnesia bisa menjadi permanen jika otak sudah cedera. Untuk pencegahannya sebaiknya:
  1. Hindari penggunaan alkohol yang berlebihan
  2. Kenakan helm ketika naik motor, bersepeda dan gunakan sabuk pengaman saat berkendara.
  3. Mengobati infeksi dengan cepat sehingga tidak memiliki kesempatan untuk menyebar ke otak
  4. Carilah perawatan medis segera jika memiliki gejala seperti sakit kepala parah atau rasa satu-sisi atau kelumpuhan.

Jika amnesia bersifat psikologis hindari kondisi stres yang berlebihan. Selesaikan masalah-masalah berat secepat mungkin dan jangan menghindar dari masalah agar kondisi mental dan otak tidak tertekan. (ir/ver)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT