Pilot yang Depresi Ringan Boleh Terbang

Pilot yang Depresi Ringan Boleh Terbang

- detikHealth
Minggu, 04 Apr 2010 09:06 WIB
Pilot yang Depresi Ringan Boleh Terbang
New York - Depresi lebih dari sekedar perasaan kesedihan atau tekanan yang mendalam selama beberapa waktu. Tapi kini pilot yang mengalami depresi ringan boleh terbang.

Larangan terbang bagi pilot yang mengonsumsi obat antidepresan akan segera dicabut. Gangguan depresi ringan hingga sedang tidak lagi menjadi penghalang bagi pilot untuk bertugas.

Sebelumnya, larangan bagi pilot untuk mengonsumsi obat antidepresan telah diberlakukan di AS selama 70 tahun. Dilaporkan oleh Reuters, Minggu (4/4/2010) larangan tersebut akan dicabut mulai Senin depan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain karena obat-obat antidepresan telah banyak mengalami perkembangan, Badan Penerbangan AS (FAA) menilai pelarangan tersebut justru telah memunculkan efek yang tidak diharapkan. Di antaranya adalah kecenderungan para pilot untuk menutup-nutupi depresi yang dialami dan bahkan meninggalkan pengobatan agar bisa tetap bertugas.

"Kita ingin mengubah kultur dan menghapus stigma tentang depresi. Pilot (yang mengalami depresi -red) harus bisa mendapat pengobatan yang semestinya sehingga bisa menjalankan tugas dengan aman," kata administrator FAA, Randy Rabbitt.

Meski larangan tersebut akan dicabut, ketentuan bagi para pilot tetap ada. Sebelum benar-benar boleh terbang, pilot wajib membuktikan lewat screening test bahwa pengobatan telah berjalan sukses setidaknya 1 tahun.

Kebijakan tersebut juga hanya mengizinkan pemakaian 4 jenis obat antidepresan. Keempatnya adalah Prozac dari Eli Lilly and Co, Zoloft dari Pfizer Inc, serta Celexa dan Lexapro keduanya dari Forest Laboratories Inc.

"Obat lain akan diijinkan jika terbukti efektif pada pilot yang bersangkutan,"ungkap Dr Fred Tilton, salah satu dokter di FAA.

Seperti dilansir medlineplus, depresi adalah penyakit medis yang serius yang melibatkan otak. Depresi lebih dari sekedar perasaan kesedihan atau tekanan yang mendalam selama beberapa waktu.

Depresi dialami jutaan penduduk dunia mulai dari yang depresi ringan (Dysthymic disorder) hingga depresi berat seperti depresi unipolar. Depresi bisa mengganggu kehidupan sehari-hari seseorang.

Gejala depresi antara lain:

  1. Kesedihan yang mendalam
  2. Kehilangan minat untuk melakukan aktivitas
  3. Berat badan turun
  4. Susah tidur atau tidur yang berlebihan
  5. Kehilangan tenaga
  6. Merasa tidak berharga
  7. Selalu berpikir tentang kematian atau bunuh diri

Depresi banyak dialami orang usia antara 15 sampai 30 tahun dan wanita paling banyak mengalami depresi ketimbang pria termasuk depresi sehabis melahirkan (depresi pospartum). Pengobatan untuk depresi antara lain minum obat antidepresi atau jika sudah parah melakukan terapi.

(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads