Hal tersebut merupakan salah satu kampanye yang ingin disampaikan pada acara Jalan Bersama Peduli Autisme di Monumen Nasional, Jakarta, Minggu (11/4/2010).
Autisme adalah suatu gangguan perkembangan yang kompleks, yang membutuhkan pemahaman dan perhatian yang serius dari semua pihak, baik orangtua, para ahli dari berbagai disiplin ilmu, pemerintah maupun masyarakat luas, agar individu autis dapat berkembang lebih optimal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita perlu peduli terhadap permasalahan autisme, bukan justru malah menggunakan istilah 'autis' untuk mengolok-olok, mengejek, melecehkan, atau memojokkan seseorang yang normal, yang biasanya sering digunakan untuk guyonan mengejek seseorang yang fokus dengan telepon genggamnya," kata ketua Yayasan Autisma Indonesia, Dr Melly Budhiman, SpKJ.
Menurut Dr Melly, sangat miris dan menyedihkan bagi individu autis dan keluarganya bila "keunikan" yang mereka miliki dijadikan guyonan untuk mengolok-olok dan mengejek.
Sebagai orang normal seharusnya dapat lebih menerima, menghargai dan memperlakukan individu autis setara dengan individu lainnya. Dengan kepedulian, pandangan dan sikap yang lebih positif terhadap keberadaan autisme bisa terhindar dari kesalahpahaman yang disebabkan kerena ketidak-mengertian dan ketidak-pedulian.
Individu autis hanya ingin diterima apa adanya. Hargai anak autis seperti anak pada umumnya dan beri kesempatan untuk berkembang. Bantu dan upayakan agar berkembang lebih optimal. Dan jangan gunakan kata 'autis' sebagai bahan ledekan yang akan menyakitkan anak autis. (mer/ir)










































