Kasus kehilangan memori total atau Alzheimer pada Rebecca Doig (31 tahun) yang dialaminya ketika hamil hingga melahirkan menjadi kasus langka di dunia.
Rebecca adalah wanita pertama yang melahirkan pada tahap akhir penyakit Alzheimer, dan ia juga merupakan salah satu orang termuda yang mengalami penyakit Alzheimer.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia telah berubah dari seorang wanita yang mandiri dan ceria, menjadi seseorang yang harus bergantung dengan orang lain dan tidak mengakui anak yang baru saja dilahirkannya," kata Scott, suaminya seperti dilansir dari Dailymail, Senin (12/4/2010).
Pasangan yang tinggal di Sydney, Australia ini, pertama kali menyadari ada masalah dengan Rebecca ketika ia mulai lupa dimana ia menaruh barang-barang seperti tasnya, dan mulai mengisolasi diri dari teman dan keluarga.
Kehamilan Rebecca yang harusnya membuat pasangan ini bahagia hancur, ketika Rebecca didiagnosa oleh dokter mengalami penyakit Alzheimer familial, yaitu bentuk demensia awal.
Meskipun kondisi ini mirip dengan tipe gangguan otak yang sering dialami orang tua, tapi hal ini dapat menyebabkan kehilangan memori yang sangat cepat pada penderita dalam beberapa bulan. Dan penyakit ini dilaporkan belum ada obatnya.
Penyakit yang dipicu oleh mutasi gen ini biasanya mempengaruhi seseorang usia tiga puluhan dan empat puluhan, dan kasus yang sangat langka terjadi pada Rebecca, hanya 5 persen dari semua kasus Alzheimer.
Meskipun berjuang dengan kehilangan memorinya, Rebecca harus menjalani kehamilannya dan akhirnya melahirkan Emily melalui operasi caesar, dengan beratnya 2,81 kg minggu lalu.
Penyakit Alzheimer yang dideritanya berkembang dengan cepat, ia tidak bisa mengingat kelahiran Emily dan menjadi sangat acuh dengan putrinya tersebut, bahkan ia tidak bisa memegang Emily.
Menurut suaminya, Emily juga telah menjalani tes untuk mengetahui apakah ia membawa gen jahat seperti ibunya. Karena Alzheimer yang dialami Rebecca memiliki peluang 50 persen melahirkan bayi dengan kondisi yang sama.
Rebecca menolak uang pensiun cacat yang diberikan kepadanya. Menurut suaminya, ia berjuang dalam hal finansial untuk biaya hidup dan perawatan Rebecca dengan gaji tunggal yang dimilikinya.
Jalan ke depan akan menjadi sangat sulit bagi Scott. Dia harus merawat istri dan putri kecilnya yang lahir dengan sempurna dan sehat. Tapi ia mengaku tidak akan menyerah pada keadaan tersebut.
"Tujuan saya adalah menemukan perawatan di rumah yang lebih baik untuknya, agar dia bisa melihat hari-hari terakhirnya di lingkungan yang nyaman dan akrab," kata Scott.
(mer/ir)











































