Selasa, 13 Apr 2010 16:30 WIB

Pasien Kanker Parah Perlu Perawatan Paliatif Biar Senang

- detikHealth
Jakarta - Ketika dokter menyarankan pasien kanker yang sudah parah atau stadium lanjut untuk pulang atau dirawat di rumah, tak sedikit keluarga pasien yang marah dan menuding dokter tak bertanggungjawab. Padahal dokter akan mengatakan itu jika sudah tidak bisa berbuat banyak dan perawatan paliatif lah yang diperlukan.

Perawatan paliatif artinya meringankan penderitaan si pasien yang sudah sakit parah dan tidak dapat disembuhkan seperti misalnya kanker. Tujuannya agar penderita kanker dapat menjalani hari-hari terakhirnya dalam keadaan senang.

Pertimbangan perawatan paliatif untuk pasien kanker parah ini tujuannya agar tidak menambah derita si pasien. Dari pada pasien tersiksa oleh mesin atau obat-obatan yang tidak membantu dan malah membuat rasa sakitnya makin parah, lebih baik pasien diberi kesempatan hidup tenang di sisa hidupnya.

Asal tahu saja, banyak pasien kanker parah yang tinggal menunggu ajal begitu menderita ketika harus menjalani pengobatan yang sebenarnya sia-sia. Hanya rasa sakit yang semakin parah yang dirasakannya.

"Dari pada keluar mesin ini masuk mesin itu yang sebenarnya sia-sia dan menimbulkan rasa tidak nyaman sebelum meninggal lebih baik menjalani perawatan paliatif," kata Dr Maria Astheria Witjaksono, MPALLC (FU) dari RS Kanker Dharmais, dalam acara penyuluhan masyarakat umum bertajuk Mengapa Perawatan Paliatif Diperlukan Pada Pasien Kanker di RS Kanker Dharmais, Jakarta, Selasa (13/4/2010).

Seperti apa perawatan paliatif itu?


Perawatan paliatif membolehkan pasien kanker parah di rawat di rumah didampingi keluarga tercinta. Saat di rawat di rumah, pasien biasanya akan merasa lebih nyaman dan bisa membantu meringankan beban dan pikiran sehingga lebih siap menghadapi kematian.

Ketika pasien dirawat dirumah, pasien dan keluarga bisa konsultasi dengan tim paliatif lewat telepon untuk mengatasi masalah psikologis, emosional, spiritual dan sosial yang muncul. Jika memungkinkan pasien juga bisa konsultasi langsung ke rumah sakit dengan tim paliatif.

Penatalaksanaan pasien sakit parah yang tidak dapat disembuhkan ditekankan pada psikologis, emosional, spiritual dan sosial. Faktor-faktor tersebut saling berhubungan, artinya bila salah satu faktor tidak ditangani dengan benar, akan menimbulkan masalah atau memperbesar masalah pada aspek yang lain.

Apa manfaat perawatan paliatif?


Menurut Dr Maria, pasien sakit parah yang melakukan perawatan paliatif biasanya bisa bertahan hidup lebih lama dari vonis dokter. Misalnya seorang pasien kanker parah yang diperkirakan akan meninggal dalam waktu 3 bulan ternyata bisa bertahan hingga 2 tahun dengan perawatan paliatif meskipun semua obat-obatan sudah tidak mempan.

"Perawatan paliatif bukan untuk menunda kematian tetapi memberikan kesempatan pada pasien sakit parah meninggal dengan rasa tidak tersiksa. Bila proses kelahiran dipersiapkan dengan baik dan sukacita, maka proses kematian pun harus dipersiapkan dengan baik dan dalam keadaan senang," kata Dr Maria.

Pada prinsipnya, perawatan paliatif meliputi hal-hal sebagai berikut:
  1. Menghargai kehidupan dan menganggap 'proses menjelang kematian' sebagai proses normal
  2. Tidak bertujuan mempercepat atau menunda kematian
  3. Memberikan pasien peranan yang penting dalam pengambilan keputusan
  4. Mengatasi gejala yang muncul
  5. Mengintegrasikan aspek psikologis, emosional, spiritual dan sosial bagi pasien dan keluarganya dengan memperhatikan kultur yang dianut
  6. Menghindari tindakan yang sia-sia
  7. Memberikan dukungan untuk membantu pasien agar dapat hidup aktif sesuai kondisinya sebelum meninggal
  8. Memberikan dukungan kepada keluarga dan yang merawat menghadapi masalah yang ada selama pasien sakit dan setelah pasien meninggal
  9. Menggunakan pendekatan tim dalam mengatasi kebutuhan pasien dan keluarganya

"Tim paliatif akan memberikan 'telinga' untuk pasien dan keluarganya, kami akan mendengarkan segala keluhan yang dirasakan, agar semua beban pikiran dan penderitaan dapat diselesaikan dan proses kematian dapat disikapi dengan baik," ujar dokter sekaligus Kepala Unit Paliatif RS Kanker Dharmais ini.

Perawatan paliatif dilakukan oleh sebuah tim yang terdiri dari berbagai disiplin dan spesialis di bidang kedokteran, keperawatan, psikologi, sosial dan spiritual. Tim bekerja secara interdisiplin dan melakukan pembahasan kasus secara reguler untuk menentukan rencana yang terpadu.

Sampai saat ini, pasien kanker dengan stadium lanjut merupakan pasien terbanyak yang ditangani oleh tim paliatif. Jenis penyakit lain yang akhir-akhir ini mulai mendapatkan perawatan paliatif adalah pasien dengan penyakit AIDS, gagal organ, penyakit neurologi dan gangguan metabolisme stadium lanjut.

Menurut Dr Maria, perawatan paliatif di Jakarta ada di RS Kanker Dharmais, RSCM akan menyusul dan di rumah sakit lain ada metode lain yang prinsipnya hampir sama dengan paliatif. Sedangkan di luar Jakarta ada di RS Dr Sutomo Surabaya, dan kota-kota lain akan segera menyusul.

Perawatan paliatif tidak hanya untuk pasien yang akan meninggal, tetapi intinya untuk meringankan beban dan penderitaan pasien agar tetap punya semangat.

Pada tahun 2002, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan perawatan paliatif sebagai suatu pendekatan untuk memperbaiki kualitas hidup pasien dan keluarga yang menghadapi masalah yang berhubungan dengan penyakit yang mengancam jiwa.

Caranya melalui tindakan pencegahan dan mengatasi penderitaan dengan cara deteksi dini dan penilaian yang akurat dan mengatasi nyeri dan gejala lain baik fisik, psikososial dan spiritual.

(mer/ir)