RS Mata Cicendo Jadi Pusat Mata Nasional

RS Mata Cicendo Jadi Pusat Mata Nasional

- detikHealth
Selasa, 27 Apr 2010 16:36 WIB
RS Mata Cicendo Jadi Pusat Mata Nasional
Bandung - Rumah Sakit Mata Cicendo menjadi satu-satunya Rumah Sakit Mata Pemerintah dan menjadi menjadi Pusat Mata Nasional dengan status Rumah Sakit Khusus Mata Kelas A Pendidikan.

Peresmian Rumah Sakit Mata Cicendo (RSMC) sebagai Pusat Mata Nasional berdasarkan surat keputusan Menkes No 1040/Menkes/SK/XI/1992 ini diresmikan oleh Menteri Kesehatan RI Endang Rahayu Sedyaningsih di RSMC, Jalan Cicendo 4 Bandung, Selasa (27/4/2010).

"RS Mata Cicendo harus terus meningkatkan perannya dalam melakukan pelayanan, pendidikan, pelatihan serta penelitian di bidang penyakit mata. Baik untuk dokter maupun dokter spesialis," ujar Menkes ditemui di RS Cicendo, Selasa (27/4/2010).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menkes mengatakan kesehatan mata sangat esensial bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu kesehatan indera penglihatan merupakan salah satu unsur terpenting dalam meningkatkan kualitas SDM.

"Tadi saya melihat ada beberapa bunga anggrek. Bunga anggrek tidak ada harumnya hanya bisa dinikmati indera mata. Jadi memang ada beberapa hal yang bisa dinikmati oleh mata. Jadi kesehatan mata sangatlah penting," jelasnya.

Ditambahkan Menkes, seperti halnya di RS Hasan Sadikin, diharapkan RS Cicendo juga mempunyai costumer service agar memudahkan pelayanan pada masyarakat dan pasien bisa mendapatkan informasi yang jelas.

Angka kebutaan dan kesakitan mata di Indonesia masih tinggi. Menurut data Riskesdas 2007, prevalensi nasional kebutaan di Indonesia adalah sebesar 0,9% dengan penyebab utama katarak. Dilaporkan pula bahwa telah terjadi peningkatan prevalensi nasional kasus katarak (1,8%) dibandingkan dengan data SKRT 2001 (1,2%).

Penyebab utama kebutaan lainnya adalah glaukoma dengan prevalensi sebesar 0,5%, dan disusul dengan gangguan refraksi serta penyakit mata degeneratif. Masalah ini diperbesar dengan kenyataan bahwa jumlah tenaga profesional di bidang kesehatan mata masih terbatas dibandingkan dengan besarnya masalah yang dihadapi. Padahal tenaga profesional yang ada juga belum tersebar secara merata.

Dikatan Menkes, sejak tahun 2000 pemerintah bersama-sama WHO telah mencanangkan Vision 2020, the Right to Sight. Program ini bertujuan menghilangkan kebutaan pada tahun 2020 sehingga tercapai penglihatan sempurna di masyarakat. Di Indonesia program ini dikenal sebagai Penanggulangan Gangguan Penglihatan dan Kebutaan di Masyarakat.

(ir/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads