Vaksin Cacar Kurangi Penyebaran HIV

Vaksin Cacar Kurangi Penyebaran HIV

- detikHealth
Rabu, 19 Mei 2010 10:00 WIB
Vaksin Cacar Kurangi Penyebaran HIV
Virginia - Pemberantasan cacar di seluruh dunia mungkin secara tidak sengaja telah membantu mengatasi penyebaran infeksi HIV. Para ahli menemukan bahwa vaksin cacar dapat membantu mengurangi penyebaran HIV.

Para ahli mengatakan vaksin cacar yang digunakan untuk memberantas cacar ternyata juga menawarkan perlindungan terhadap virus AIDS. Tapi sekarang vaksin ini sudah tidak digunakan lagi, dan penyebaran HIV kembali berkembang.

Hal ini berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti Amerika Serikat. Peneliti mengatakan uji coba menunjukkan bahwa vaksinasi cacar dapat mengganggu perkembangan virus HIV.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tetapi peneliti mengatakan dalam jurnal BMC Immunology, terlalu dini untuk merekomendasikan vaksin cacar untuk memerangi HIV.

"Ada beberapa penjelasan tentang penyebaran cepat HIV di Afrika, termasuk perang, penggunaan jarum yang tidak steril dan kontaminasi vaksin polio," ujar Dr Raymond Weinstein, peneliti utama dari Virginia George Mason University, seperti dilansir dari BBC, Rabu (19/5/2010).

Dr Weinstein dan rekan-rekannya percaya imunisasi cacar yang sudah tidak dilakukan lagi mungkin dapat menjelaskan tentang peningkatan prevalensi HIV baru-baru ini.

Imunisasi cacar secara bertahap telah ditarik dari tahun 1950 hingga 1970-an, setelah pemberantasan penyakit global. Dan HIV telah menyebar secara eksponensial sejak saat itu.

Sekarang, hanya ilmuwan dan profesional medis yang bekerja dengan vaksinasi cacar.

Untuk menguji keterkaitan antara vaksin cacar dengan virus HIV, peneliti memeriksa sel darah putih orang yang baru diimunisasi cacar, dan mengamati bagaimana vaksin ini merespons virus HIV.

Peneliti menemukan tingkat replikasi HIV dalam sel-sel darah individu yang divaksinansi jauh lebih rendah, dibandingkan dengan yang tidak divaksinasi.

Vaksin cacar dapat memotong replikasi HIV lima kali lipat.

Peneliti percaya vaksin dapat memberikan perlindungan terhadap HIV dengan menghasilkan perubahan jangka panjang dalam sistem kekebalan tubuh, mungkin termasuk ekspresi reseptor yang disebut CCR5 pada permukaan sel darah putih, yang dioperasikan oleh virus cacar dan HIV.

"Tidak mungkin untuk mengatakan apakah penarikan vaksin cacar berkontribusi pada awal ledakan kasus HIV di seluruh dunia, tetapi penjelasan ini masuk akal," ujar Jason Warriner, direktur klinis untuk Terrence Higgins Trust.

Menurutnya, ini adalah bagian yang menarik dari penelitian, dan bukan hanya pelajaran sejarah.

Sesuatu yang bisa dipahami tentang cara virus mereplikasi merupakan langkah menemukan vaksin HIV suatu hari nanti dan berharap dapat pula menyembuhkannya.

Studi lebih lanjut diperlukan untuk mengamati peran sel reseptor, dan bahkan diharapkan ada penemuan yang mungkin menjadi bagian dari solusi.

"Sampai kita menemukan cara untuk membasmi virus dari tubuh, fokus harus tetap pada pencegahan penularan dan penyebaran infeksi," tambah Warriner.

(mer/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads