Penderita Prostat Tak Perlu Lagi Pakai Selang Kateter

Penderita Prostat Tak Perlu Lagi Pakai Selang Kateter

- detikHealth
Selasa, 01 Jun 2010 12:13 WIB
Penderita Prostat Tak Perlu Lagi Pakai Selang Kateter
London - Gangguan berkemih pada penderita prostat biasanya diatasi dengan penggunaan selang kateter. Kini peneliti menciptakan katup magnetik yang tertanam dalam kandung kemih untuk mengatasi gangguan sulit buang air kecil.

Gangguan berkemih terjadi ketika kelenjar prostat mengalami pembengkakan dan biasanya menjadi bagian dari proses penuaan alami. Prostat yang bengkak ini akan menekan uretra (tabung yang membawa urine keluar dari tubuh).

Gejala awal dari adanya masalah pada kandung kemih kemungkinan aliran urine yang lemah atau terganggu serta kesulitan untuk buang air kecil bahkan saat kandung kemih sudah penuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini perawatan untuk kondisi ini adalah memberikan obat untuk membuat otot dalam prostat rileks, mengurangi penyumbatan serta membuat agar prostat tersebut menyusut.

Beberapa penderita mengatasinya juga dengan penggunaan selang kateter, yaitu tabung tipis yang melalui uretra menuju kandung kemih. Urine ini akan dikumpulkan dalam tas atau kantung yang biasanya diikat pada kaki pasien. Tapi pada umumnya pasien tidak bisa menggunakan toilet layaknya orang normal.

Tapi kini peneliti membuat sebuah katup magnetik yang akan tertanam di dalam kandung kemih. Saat seseorang ingin pergi ke kamar mandi, maka ia akan menempatkan magnet tersebut disamping alat kelamin lalu membuka katupnya. Setelah selesai ia akan menarik kembali magnetnya dan katup akan tertutup secara otomatis.

Alat implan magnetik ini akan membuat seseorang bisa buang air kecil ke kamar mandi secara normal, tanpa memerlukan selang kateter dan kantung untuk menampung urin.

Implan ini disebut dengan Surinate, alat ini dapat disimpan sekitar empat minggu atau sampai masalah yang menyebabkan retensi urin tersebut berhasil diatasi. Namun saat ini masih menjalani uji klinis di Amerika Serikat.

"Penemuan ini bisa menjadi berita fantastis, karena membuat seorang laki-laki tidak perlu lagi menggunakan suatu kateter eksternal. Namun ujicoba masih tetap diperlukan untuk menunjukkan bahwa alat ini aman atau bisa mengatasi retensi urin yang akut," ujar Dr Jon Rees, juru bicara dari Prostate UK, sepeti dikutip dari Dailymail, Selasa (1/6/2010).

Sementara itu ujicoba kecil telah dilakukan untuk mengatasi inkontinensia (gangguan berkemih) pada kaum perempuan. Hasilnya menunjukkan teknik ini bisa mengurangi gejala dari inkontinensia.

Sekitar 7 dari 10 perempuan melaporkan kondisinya telah membaik atau mengalami peningkatan setelah menggunakan alat ini.

(ver/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads