Sering kali orang mendengar ucapan, 'Kau membuatku takut setengah mati' atau 'Kau membuatku takut hingga ingin mati'.
Ungkapan-ungkapan tersebut bukanlah kalimat asing, tapi tidak banyak masyarakat yang mengetahui bahwa ketakutan yang mendalam memang bisa membuat seseorang benar-benar mati.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini akan membuat lonjakan kekuatan yang masuk ke dalam otot sehingga membuat seseorang bernapas lebih cepat dan zat kimia yang bernama adrenalin akan memompa masuk ke dalam aliran darah.
Dalam beberapa kasus, ketika ancaman atau ketakutan tersebut hilang tubuh secara otomatis akan kembali normal.
Namun beberapa dokter percaya jika ketakutan yang dirasakan orang tersebut cukup besar, maka sentakan dari senyawa kimia bisa langsung menuju jantung dan menyebabkan seseorang meninggal saat itu juga.
Selain itu faktor tubuh yang mengalami stres tingkat tinggi akibat rasa takutnya juga turut mempengaruhi atau memperburuk kondisi ini.
Kematian ini disebut dengan kematian mendadak (sudden death) yang secara umum didefinisikan sebagai kematian alami, yaitu kematian yang tidak terduga bisa terjadi pada seseorang yang sebelumnya tidak menunjukkan suatu gejala yang mengancam jiwa. Sebagian besar orang yang mengalami kejadian ini sebelumnya menunjukkan gejala penyakit jantung.
Walter B. Cannon, seorang psikolog dari Harvard menuturkan penyebab kematian yang utama terdapat pada sistem saraf simpatik yang terlalu aktif. Pada dasarnya sistem saraf simpatik ini mengaktifkan respons 'fight-or-flight', tapi pada kondisi ketakutan respons ini tidak pernah mati.
Akibat kondisi tersebut respons 'fight-or-flight' menyebabkan pembuluh darah mengerut, sehingga oksigen dari jantung yang sangat berharga tidak akan bisa dibawa ke beberapa organ. Hal ini tentu saja bisa merusak organ tubuh akibat tidak mendapatkan asupan oksigen.
Sebaliknya sentakan adrenalin ke jantung hampir sama seperti sejumlah besar kokain yang masuk ke dalam tubuh, sehingga bisa mematikan beberapa organ.
Film-film menakutkan juga bisa membuat seseorang meninggal menjadi suatu ancaman nyata. Hasil ini menunjukkan bahwa kematian bisa terjadi akibat luapan emosi yang berlebihan termasuk emosi kesenangan, kemarahan atau ketakutan. Karena itu semua orang berisiko mengalami kondisi seperti ini.
(ver/ir)











































