Agar Kanker Tak Bikin Kantong Kering

Agar Kanker Tak Bikin Kantong Kering

- detikHealth
Rabu, 09 Jun 2010 14:57 WIB
Agar Kanker Tak Bikin Kantong Kering
Jakarta - Bila tidak diantisipasi dengan baik, penyakit kanker benar-benar bisa membuat orang jatuh miskin alias kantong kering (kanker). Biaya pengobatan yang mahal tak jarang membuat survivor (pasien yang sembuh dari kanker) hidup dengan lilitan hutang.

Bagaimana tidak, untuk sekali kemoterapi seorang pasien membutuhkan dana sedikitnya Rp 13 juta. Jenis kanker tertentu bahkan membutuhkan obat-obat yang nilainya mencapai Rp 20 juta, dan harus dilakukan selama beberapa kali.

Itu belum termasuk pengeluaran untuk operasi. Bahkan jika berhasil sembuh, pasien masih harus rutin menjalani pemeriksaan untuk memastikan sel kanker tidak tumbuh lagi.

Kondisi ini dirasakan sendiri oleh Enny Hardjanto, seorang konsultan keuangan yang 5 tahun lalu terserang kanker payudara stadium 4. Tak sedikit beban finansial yang harus ia tanggung untuk menjalani 6 kali kemoterapi dan 1 kali operasi.

"Ketika itu saya sudah pensiun, dan anak saya baru 1 yang menikah. Anak kedua saya suruh membiayai sendiri pernikahannya," ungkap Enny saat menjadi pembicara dalam pertemuan Support Group Reach to Recovery - Yayasan Kanker Indonesia, di Jalan Sam Ratulangi, Jakarta, Rabu (9/6/2010).

Enny yang memiliki 3 anak dan seorang cucu ini memang tidak sampai berhutang untuk menutup pengeluaran tersebut. Selain karena masih memiliki penghasilan, yang terpenting adalah mantan karyawan bank berusia 60 tahun ini pandai mengelola keuangan.

"Saat menghadapi situasi seperti itu, kita harus tegas membedakan kebutuhan atau needs dengan keinginan atau wants atau desirees," tambah Enny.

Bersikap ikhlas, tidak konsumtif dan menghindari stres menurut Enny akan banyak membantu dalam situasi seperti ini. Kebiasaan untuk membandingkan kesejahteraan orang lain harus dijauhi, karena kebutuhan survivor kanker tentu saja berbeda.

Selain menghemat pengeluaran, Enny juga berusaha membuat arus kas rumah tangga tetap stabil dengan menjaga pemasukan. Dengan kondisi masih kurus dan berkepala botak karena efek kemoterapi, ia tetap bersemangat mengajar sebagai konsultan.

Bagi pensiunan atau penderita kanker yang terpaksa berhenti bekerja karena penyakit tersebut, Enny menyarankan investasi atau wirausaha. Sebab menurutnya, survivor masih membutuhkan dana untuk pemeriksaan-pemeriksaan selanjutnya.

Mulai memikirkan surat wasiat juta tak kalah penting, karena sewaktu-waktu serangan kanker bisa muncul lagi. Wasiat perlu disiapkan untuk mengantisipasi serangan berikutnya, dan bisa direvisi setiap 5 tahun.
(up/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads